Home / Sport / Kapolres TTU: Kasus Pembacokan Fatumtasa Masih Penyidikan

Kapolres TTU: Kasus Pembacokan Fatumtasa Masih Penyidikan

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kaplores Periksa pasukan

 

Moral-politik.com. Kapolres Timor Tengah Utara, AKBP I Gede Mega Suprawita menjelaskan, pihaknya sampai sekarang belum menetapkan siap pelaku pembacokan di Fatumtasa, Kecamatan Insana. Pasalnya, sampai saat ini kasus tersebut masih berada dalam tahapan penyidikan.

“Ya, sampai sekarang kita masih melakukan penyidikan terhadap kasus pembacokan tersebut, apakah benar melibatkan Kades Fatumtasa atau bukan. Sangat tergantung dari hasil penyidikan yang sedang dilakukan anggota,” ungkapnya, di sela-sela acara perayaaan HUT ke-67 Bayangkara, di markas Polres TTU.

Dia menjelaskan, hingga saat ini anggota Polres TTU masih berada di Polsek Wini melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap kasus ini.  Namun yang jelas, pihaknya sangat membutuhkan informasi penunjuk dari masyarakat, sehingga memudahkan dalam proses pengungkapan terhadap kasus tersebut.

“Ya, Polisi juga sangat membutuhkan informasi-informasi penunjuk dari masyarakat. Kita tidak bisa hanya sebut-sebut saja, tetapi sangat diperlukan penunjuk-penunjuk yang dapat memudahkan dalam mengungkapkan sebuah kasus,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya,  Hilarius Ase Oeleu (50), warga Desa Fatumasa, Kecamatan Insana Utara, akhirnya harus menghembuskan napas terakhirnya di Noemeto dalam perjalanan dari RSUD Kefemananu menuju RSUD Atambua, akibat luka bacok yang dialami korban, Rabu (26/6). Sementara pelaku utama diduga Kepala Desa Fatumtasa, Fransisksus Haki kini diamankan pihak kepelosian untuk dimintai keterangan

Anak kandung dan keluarga dekat korban, Jhon Oelue dan Dionisius Noni Tobeis di IPJ (Instalasi Penelarasan Jenasah) RSUD Kefamenanu menuturkan, peristiwa pembacokan terhadap korban terjadi Rabu malam sekitar pukul 22.30 di Snoe, Desa Benus, Kecamatan Naibenu (desa tetangga) saat korban pulang memperbaiki pintu rumah tetangga. Ketika korban pulang kerumahnya di kampong lama, 2 orang pelaku mencegat korban di jembatan Fatumtasa. Lalu para pelaku membacok korban di wajah depan (hidung dan mata) dan di belakang badan khususnya daerah betis. Usai pembacokan, para pelaku menyeret  korban ke rumah ke belakang rumah warga di sekitar lokasi TKP, hingga akhirnya mencuat kasus ini. (amy)

Baca Juga :  577 Nama HK2 Kota Kupang dikirim ke BKN

 

 

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button