Home / Sport / Kasus ADD di Flotim, Kades Lomalota Dituntut 6,6 Tahun Penjara

Kasus ADD di Flotim, Kades Lomalota Dituntut 6,6 Tahun Penjara

Bagikan Halaman ini

Share Button

10

 

 

Moral-politik.com. Kasus dugaan korupsi Alokasi Dana Desa (ADD) di Desa Lomalota, Kecamatan Adonara, Kabupaten Flores Timur Mantan, yang dilakukan oleh Kepala Desa (Kades) Lomalota, Lazarus Kopong Beni dituntut 6,6 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU.

Sidang kasus korupsi dana ADD itu dipimpin Majelis Hakim Khairulludin didampingi dua hakim anggotanya Agus Komarudin, dan Hartono. Terdakwa didampingi kuasa hukumnya Luis Balun dan Erens Kause.

Selain dituntut 6,6 tahun penjara, terdakwa dikenakan denda Rp 200 juta, subsider enam bulan penjara dan uang pengganti kerugian negara Rp 85 juta, subsider 3,6 tahun penjara.

Usai pembacaan tuntutan, majelis hakim memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk mengambil sikap hukum,  namun terdakwa menyatakan masih pikir-pikir. Terdakwa juga tampak lemas mendengar tuntutan JPU yang dikenakan kepadapnya.

Sebelumnya, dalam dakwaan disebutkan bahwa terdakwa menggunakan ADD tidak sesuai dengan peruntukan, tapi untuk kepentingan pribadi .

ADD yang dikorupsi, awalnya hendak digunakan untuk rehabilitasi gedung gereja di Desa Lomalota. Namun dana tersebut tidak digunakan. Kegiatan rehabilitasi seluruhnya berasal dari swadaya masyarakat.

Rupa-rupanya ADD yang seharusnya diperuntukkan bagi pembangunan di Desa Lomalota itu dipakai untuk kepentingan pribadi terdakwa. Untuk laporan penggunaan dana berupa admninitrasi, dipalsukan serta proses pencairan dana ADD tanpa melibatkan bendahara.

Khusus Dana ADD 2009 sebesar Rp 52 juta, 2010 sebesar Rp 36 juta dan 2011 sebesar Rp 72 juta itu digunakan terdakwa untuk kepentingan pribadinya. Akibat perbuatan terdakwa negara dirugikan senilai Rp 85 juta. (richo)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Baca Juga :  Mantan Staf Andi Mallarangeng Segera Ditahan Setelah Ada Hasil Audit BPK

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button