Home / Sport / Kedua Kalinya Nasu Conterius Divonis Penjara

Kedua Kalinya Nasu Conterius Divonis Penjara

Bagikan Halaman ini

Share Button

7

foto: ilustrasi

 

Moral-politik.com. Mantan Kepala Dinas Nakertrans Nusa Tenggara Timur (NTT),  Ignatius Nasu Conterius akhirnya divonis 1 tahun  4 bulan penjara oleh majelis hakim, karena terbukti secara sah dan meyakinkan  melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek pembangunan Jembatan Nuataus, Kabupaten Kupang sebagaimana dakwaan subsidair Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 yang telah diubah dengan UU NO. 20 Tahun 2001 tentang

Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (PTPK) juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, dalam kasus pembangunan Jembatan Nuataus, Kecamatan Fatuleu Barat, Kabupaten Kupang TA 2006.

Hal tersebut diatas sebagaimana terungkap dalam sidang dengan agenda pembacaan putusan di Pengadilan Tipikor Kupang, Selasa (30/7).

Sidang putusan itu dipimpin majelis hakim,  I Nyoman Somanada, SH didampingi dua hakim anggotanya masing-masing Agus Komaruddin, SH dan Hartono, SH. Sidang itu dihadiri jaksa penuntut umum,  Jeremias Penna, SH dan kuasa hukum terdakwa, Freedom Radja, SH.

Selain divonis penjara 1 tahun 4 bulan oleh majelis hakim, terdakwa juga dikenakan denda Rp 50 juta dimana dalam tempo 1 bulan terdakwa tidak dapat membayarnya maka dikenakan kurungan 1 bulan.
Adapun pertimbangan majelis hakim berupa hal-hal yang memberatkan adalah terdakwa pernah dihukum sebelumnya. Hal yang meringankan terdakwa bersikap sopan dalam persidangan.

Majelis hakim juga menyatakan barang bukti nomor 1 hingga 50 disita untuk negara dan membebankan biaya perkara ditanggung oleh terdakwa sebesar Rp 10.000.

Dalam kasus pembangunan Jembatan Nuataus tersebut, terdakwa IN Conterius selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) melakukan pencairan dana proyek yang langsung masuk ke rekening perusahaan CV Mitra Agung Utama dengan direktris Anni Kapioru pada Bank BRI Cabang Kupang dengan nomor rekening 0039-01 000-397-30-1.

Baca Juga :  DPRD Kota Berencana Panggil PK PAM dan Dinas PU NTT

Walaupun pekerjaan baru mencapai 70 persen, namun pencairan dilakukan 100 persen sehingga bertentangan dengan ketentuan Keppres Nomor 80 Tahun 2003 tentang Pedoman Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah pada penjelasan pasal 33 ayat 2, dan ketentuang UU Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara pasal 21 ayat 1.

Akibat dari pencairan 100 persen dana proyek pembangunan Jembatan Nuataus, mengakibatkan negara dirugikan sebagaimana hasil audit investigasi oleh BPKP Perwakilan NTT sebesar Rp 77.978.814,15.

Terkait dengan masalah pemblokiran dana tidak bisa dipertimbangkan secara hokum, karena dalam persidangan surat blokir yang asli tidak pernah ditunjukkan hanya copiannya saja, yang ditunjukkan.
Vonis yang dijatuhkan majelis hakim terhadap terdakwa IN Conterius lebih ringan dari tuntutan JPU Kejari Oelamasi, Kebupaten Kupang Jeremias Penna yang menuntut terdakwa 2 tahun penjara dan denda Rp 50 juta, dimana jika dalam tempo 1 bulan tidak dikembalikan maka dipenjara 3 bulan. (richo)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button