Home / Pena_VJB / Kejari Ba’a Segera Periksa 8 Tersangka Korupsi

Kejari Ba’a Segera Periksa 8 Tersangka Korupsi

Bagikan Halaman ini

Share Button

9

Moral-politik.com. Pihak Kejaksaan Negeri segera melakukan pemeriksaan terhadap delapan orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi, yang telah ditetapkan sebagai tersangka beberapa waktu lalu.

Hal ini disampaikan Kepala Kejaksaan Negeri Ba’a, I Gde Ngurah Sriada, SH, MH melalui Kasie Pidsus Kejaksaan Negeri Ba’a, Edy Sinaga, SH saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Selasa (16/7).

Sesuai mekanisme, kata dia, proses hukum lanjutan atas para tersangka dilakukan setelah ada hasil perhitungan yang dilakukan oleh institusi yang berkompeten, namun bisa juga dilakukan proses saat perhitungan dilakukan.

“Tentunya, kami tidak harus menunggu hasil perhitungan  baru proses hukum dilanjutkan, kami bisa segera menindaklanjuti kasusnya sambil menunggu hasil audit yang dilakukan oleh lembaga yang berwenang,” katanya.

Dikatakannya, untuk percepatan penananganan kasus-kasus yang melibatkan delapan tersangka tersebut, pihaknya akan melaksanakan proses hukum ke tahap berikutnya.

“Sudah pasti kami akan lakukan ke tahapan berikutnya, entah itu pemeriksaan tambahan atau proses penahanan yang jelas seluruhnya akan dilakukan setelah ada alat bukti yang mendukung, dan itu semua adalah bagian dari tahapan proses pemeriksaan terhadap tersangka,” terangnya.

Untuk diketahui, Kejaksaan Negeri Ba’a menetapkan mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Rote Ndao, Drs.Alfred H.J.Zakarias, M.Si yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek winguard.

Hal ini dikemukakan Kepala Kejaksaan Negeri Ba’a, I Gde Ngurah Sriada, SH, MH kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (10/7).

Menurutnya, penetapan tersangka kepada Drs.Alfred H.J.Zakarias, M.Si setelah pihaknya lakukan pemeriksaan terhadap puluhan saksi dalam kasus tersebut.

“Kami juga sudah lakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan kami sudah memiliki cukup bukti. Sehingga kami telah menetapkan satu orang tersangka atas nama Alfred H.J.Zakarias yang saat itu menjabat sebagai Kasatker,” kata Sriada.

Baca Juga :  Nafsiah Mboi: Pentingnya Kebijakan Anggaran dan Penempatan SDM

Sementara mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Rote Ndao, Drs.Hengky Mesang yang telah dilantik menjadi Asisten Tiga Setda Kabupaten Rote Ndao, lanjutnya, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Transmigrasi Lokal (Translok) Istua di Desa Kuli, Kecamatan Lobalain tahun anggaran 2011 lalu.

Selain menetapkan Drs.Hengky Mesang selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam proyek itu, pihaknya juga menetapkan Penjabat Pembuat Komitmen (PPK), Dedy Abidin. Penetapan kedua tersangka dilakukan setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang diduga terlibat dalam proyek senilai Rp3,8 miliar tersebut.

“Kami sudah menetapkan tersangka dalam kasus ini yakni KPA dan PPK. Sementara kontraktornya berstatus sebagai calon tersangka,”ujarnya.

Tersangka lainnya adalah, mantan direktur utama PD Ita Esa, John Hendrik yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana pupuk di PD Ita Esa. Sementara tiga tersangka lainnya pada kasus dugaan korupsi pembangunan break water PPI Tulandale. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button