Home / Pena_VJB / Kejari Ba’a Tetapkan Asisten III Setda Rote Ndao Tersangka

Kejari Ba’a Tetapkan Asisten III Setda Rote Ndao Tersangka

Bagikan Halaman ini

Share Button

14

foto: ilustrasi

 

Moral-politik.com. Mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Rote Ndao, Drs.Hengky Mesang yang telah dilantik menjadi Asisten III Setda Kabupaten Rote Ndao, Rabu (10/7) ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Transmigrasi Lokal (Translok) Istua di Desa Kuli, Kecamatan Lobalain tahun anggaran 2011 lalu.

Hal ini dikemukakan Kepala Kejaksaan Negeri Ba’a, I Gde Ngurah Sriada, SH, MH kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (10/7).

Selain menetapkan Drs.Hengky Mesang selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam proyek itu, pihaknya juga menetapkan Penjabat Pembuat Komitmen (PPK). Penetapan kedua tersangka dilakukan setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang diduga terlibat dalam proyek senilai Rp3,8 miliar tersebut.

“Kami sudah menetapkan tersangka dalam kasus ini yakni KPA dan PPK. Sementara kontraktornya berstatus sebagai calon tersangka,” ujarnya.

Untuk percepatan penanganan kasus tersebut, kata dia, pihaknya telah menyurati tim ahli dari Politeknik Negeri Kupang untuk lakukan perhitungan kekurangan spesifikasi teknik.

“Kami juga sudah menyurati ke Politeknik Negeri Kupang untuk lakukan perhitungan kekurangan spesifikasi pekerjaan. Hasil perhitungan nanti akan diserahkan ke BPKP untuk dilakukan perhitungan kerugian negara. Setelah ada perhitungan BPKP, tahap selanjutnya adalah pemeriksaan terhadap yang bersangkutan sebagai tersangka,” ungkpanya.

Pernah diberitakan, sesuai perencanaan pekerjaan pembangunan perumahan di kawasan Translok tersebut semestinya diselesaikan 31 Oktober 2011 lalu, namun tahun berganti, pekerjaan tak juga rampung dikerjakan oleh rekanan yang mengerjakan proyek tersebut dalam hal ini PT.Gelinding Mas Wahana Nusa.

Kepala Nakertrans Kabupaten Rote Ndao, Edi Haning yang dikonfirmasi wartawan di gedung DPRD Kabupaten Rote Ndao, belum lama ini mengakui pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut tak sesuai spek yang ditentukan.

Baca Juga :  Bupati TTU Tersenyum, Bisa Naik Peringkat dari Disclaimer ke WDP

“Banyak pekerjaan yang dilaksanakan tidak sesuai spek yang ditentukan. Sampai saat ini pekerjaan baru 91 persen, artinya masih banyak item pekerjaan yang belum diselesaikan rekanan,” ungkapnya.

Disebutkannya, sejumlah item yang belum selesai dikerjakan yakni dari 100 unit sumur hanya 22 sumur yang dikerjakan.

“Ada beberapa yang dikerjakan tetapi tidak bermanfaat, sehingga mengantisipasi kekurangan air, kami akan bangun embung di sekitar lokasi itu,” ujarnya. (lima)

 

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button