Home / Pena_VJB / Kemendikbud Belum Bayar Utang Rekanan Cetak Naskah UN

Kemendikbud Belum Bayar Utang Rekanan Cetak Naskah UN

Bagikan Halaman ini

Share Button

9

Moral-politik.com. Ujian Nasional (UN) tahun 2013 sudah selesai, tetapi banyak persoalan yang tersisa, termasuk utang-piutang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terhadap rekanan
percetakan, seperti yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Direktur CV Perdana Sakti, rekanan pelaksana percetakan naskah ujian, Hans Adam L.Pong kepada wartawan di Kupang, Jumat (26/7) mengatakan, tidak ada alasan yang jelas sehingga terjadinya penundaan pembayaran uang sebesar Rp 1,6 miliar tersebut.

Menurutnya, dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut pihak rekanan telah memenuhi syarat dan kewajibannya mulai dari percetakan, pengepakan, pengiriman sampai di tempat tujuan dan biaya  pengamanan untuk pengawalan naskah hingga tuntas ke sekolah penyelenggara.

Sayangnya, kata dia, dari pihak Kemendikbud membuat alasan yang berbelit-belit. Padahal  kontrak kerja sudah jelas ditandatangani bersama sesuai peraturan yang berlaku.

“Sesuai kontrak kerja, kami telah melaksanakan pekerjaan dengan mencetak Naskah UN SD untuk  tiga mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), untuk 134.412 siswa yang dengan jumlah sekolah sebanyak 3.263 tersebar di 21 Kabupaten/ Kota  se NTT, tanpa hambatan dan penyelenggaraannya tepat waktu,” jelasnya.

Hans menyampaikan kekesalannya terhadap Kuasa Pengguna Anggaran (KPA),Chandra, yang hingga saat ini tidak dapat dihubungi melalui telepon kantor maupun telepon selulernya.

“Kami telah melengkapi semua syarat serta dokumen untuk proses pembayaran. Namun hingga saat  ini belum ada tanda-tanda hasil pekerjaan kami itu dibayar,” katanya, kesal.

Untuk itu, tambahnya, pihaknya meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohmmad Nuh turun  tangan menyelesaikan permasalahan tersebut, karena waktunya sudah cukup lama dan belum ada  realisasi pembayaran.***(AVI)

 

Baca Juga :  Bali: Christiano Ronaldo Mangkir, Irina Shayk Gusar Abis

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button