Home / Sport / Kepala BKD Belu: CPNS Kategori II Wajib Mengikuti Testing

Kepala BKD Belu: CPNS Kategori II Wajib Mengikuti Testing

Bagikan Halaman ini

Share Button

Kepala BKD Belu, Dr. Ulu Emanuel (3)

 

Moral-Politik.com. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Belu, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Ulu Emanuel kepada Moral-politik.com di ruangannya, Sabtu (6/7) mengatakan, untuk tenaga kerja honorer yang bekerja di lembaga pendidikan maupun di lembaga pemerintahan, sejak tahun 2005 hingga 2013 ini, yang akan diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil adalah tenaga honorer yang telah bekerja sekian tahun dalam mengabdi negara tak ada henti-hentinya, atau secara terus-menerus. Namun, CPNS tersebut masih harus mengikuti testing sebagai salah satu persyaratan administrasi.

Dirinya mengatakan, untuk tenaga honorer kategori I mendapatkan sumber dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN), lalu pengangkatan dan penggajian sebagai CPNS berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Belu.

“Untuk kategori I, tidak ada testing. Mereka terima gaji itu ada yang dari pusat dan ada juga yang dari daerah. Itu sebanyak 131 orang yang sudah menerima SK-nya sejak awal Juni 2013 kemarin. Sedangkan untuk kategori II, itu digaji dari dana BOS, Komite dan bantuan dari LSM. Karena mereka bekerja di lembaga pendidikan. Kategori II ini akan mengikuti testing sebagai salah satu persyaratan yang telah dibuat oleh BKN pusat. Mereka ada sebanyak 820 orang yang diberi prioritas dan akan diferivikasi lebih lanjut. Apakah yang bersangkutan akan lolos dalam testing atau tidak,” ungkapnya, meyakinkan.

Dia mengatakan, dari 820 orang itu, ternyata terdapat kesalahan administrasi yakni baru memulai bekerja pada tahun 2007 ke atas. Sementara aturan yang berlaku menyebutkan pengangkatan CPNS dimulai dari tahun 2005.

“Ternyata ada 34 orang yang bermasalah. Sehingga kami dari BKD Belu sudah menyurati BKN pusat, agar mencoret namanya sebagai CPNS. Jadi yang tidak bermasalah itu sebanyak 795 orang akan mengikuti testing CPNS pada bulan September mendatang pada minggu pertama. Apakah nanti mereka ini akan lolos atau tidak. Karena terdapat banyak bahan testing yakni testing kompetensi dasar dan testing kompetensi bidang. Konsorsiumnya akan ditunjuk oleh BKN Pusat dengan harus mencapai batas kelulusan di atas nilai 6. Kalau mendapat nilai di bawah 6, maka yang bersangkutan tidak lolos dan dinyatakan gugur. Kalau semua bahan testingnya bagus, otomatis lolos dan pada 31 Desember 2013 akan menerima NIP dari BKN Pusat. Ini merupakan aturan yang sangat ketat,” jelasnya.  (Felix)

Baca Juga :  Posko Kesehatan Piebulak untuk Bantu Masyarakat

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button