Home / Sport / Ketua KPU Nagekeo Bantah Hamburkan Dana Miliar Rupiah

Ketua KPU Nagekeo Bantah Hamburkan Dana Miliar Rupiah

Bagikan Halaman ini

Share Button

Ketua-KPU Nagekeo

Moral-poltik.com. Ketua KPU Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Yohanes Ardu Seda  mengaku sangat lucu dengan komentar berbagai pihak bahwa  KPU Nagekeo telah menghamburkan uang miliaran rupiah untuk pengadaan format BC-KWK yang diketahui ada kesalahan cetak tersebut.

“Untuk diketahui publik terutama masyarakat Nagekeo dan semua yang telah menuduh KPU melakukan pemborosan uang, bahwa biaya cetak format BC-KWK itu haya sebesar Rp 4 juta dengan cetakan sebanyak 239 lembar. Jumlah format itu kami cetak berdasarkan jumlah TPS di Nagekeo. Sehingga tidak benar informasi yang beredar di masyarakat kalau KPU sudah menghabiskan belasan miliar untuk menggandakan logistik yang salah cetak tersebut!” tegas Seda kepada wartawan di Kupang, Rabu (17/7).

Seda yang didampingi anggota KPU Nagekeo lainnya, Marianus Ritan menerangkan, sangat tidak masuk akal kalau hanya untuk mencetak 239 lembar format BC-KWK itu menghabiskan dana belasan miliar seperti yang dikomentari berbagai pihak belakangan ini.

Dia menegaskan, kesalahan cetak itu baru diketahui sehari sebelum pemungutan suata tanggal 8 Juli 2013 lalu. Kesalahan itu baru diketahui pada hari Minggu tanggal 7 Juli 2013 sekitar pukul 15.00 wita. Karena itu, pihaknya langsung membuat berita acara. Pada kesempatan yang sama, meminta Panitia Pemungutan Kecamatan (PPK) dan Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) untuk melakukan perbaikan.

Caranya, di bagian yang salah cetak itu ditutup dengan kertas putih polos dan atau jika tidak ada kertas putih polos, maka dicoret dengan spidol lalu ditulis KPU Nagekeo. Terhadap permintaan itu, ada yang melaksanakannya, ada yang tidak mencoretnya karena tidak dengar informasi, dan ada yang membiarkan tetap tertulis KPU Sikka.

Dia menambahkan, karena rentang waktu antara pelaksanaan pemungutan suara dengan temuan adanya salah cetak itu sisa sehari saja, maka informasi yang disampaikan ke PPK dan KPPS melalui pesan singkat dan telepon melalui selular. Tapi pada prinsipnya, salah cetak itu tidak berdampak pada penyelenggaraan pemilu bupati Nagekeo 2013.

Baca Juga :  Minyak Tanah Makin Langka, Harga Melonjak Naik

Untuk diketahui, pleno penetapan perolehan suara pilkada Nagekeo dari tujuh paket yang ikut bertarung di  KPU Nagekeo adalah paket Piet-Floren (Piet Nuwa Wea- Florentinus Pone) meraih hasil suara berjumlah 4,926 atau 7,20 persen, paket  Teman (Teofilus Woghe-Ahmad Daeng) 6.240 atau 9.23 persen, paket  Lilin (Elias Djo-Paulinus Nuwa Veto) 19.354 atau  28,62 persen, paket Lukas Aloysius Tonga-Yosef  Dobe Ngole 5.165 atau 7,64 persen.

Menyusul  paket Doa (dr. Don Bosco Do-Gaspar Batu Bata)12.965 atau 19.17 persen, paket Laskar (Wolfgang Lena-Rikardus Wawo ) 5.790 atau 6 persen, dan paket  Serius (Servasius Podhi-Ibrahim Jusuf) 13.188 atau 19,50 persen. Dengan total suara sah  67.628 dari total jumlah daftar pemilih tetap (DPT) 83.239 suara dan surat suara tidak sah sebanyak 288 suara. Hasil Pemilu itu akhirnya mengantar paket Lilin dan paket Serius yang akan maju ke putaran kedua yang telah ditetapkan tanggal 29 Agustus 2013. ***(AVI)

 

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button