Home / Sport / KPU Nagekeo Mengaku Tidak Akuratnya Logistik Pilkada

KPU Nagekeo Mengaku Tidak Akuratnya Logistik Pilkada

Bagikan Halaman ini

Share Button

Ketua-KPU Nagekeo

Moral-politik.com. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT)  mengakui kesalahannya karena ketidakakuratan pada saat penyortiran atribut pilkata setempat pada 8 Juli lalu, mengakibatkan pada bagian akhir format BC- KWK atau format daftar calon pasangan calon tertulis KPU Sikka. Sedangkan logistik lain terutama surat suara tidak ada permasalahan.

Ketua KPU Nagekeo, Yohanes Ardu Seda yang dihubungi di Kupang, Rabu (17/7) menjelaskan, format BC- KWK tersebut berisikan kop pemilihan bupati dan wakil bupati, daftar nama pasangan calon, daftar partai politik (parpol) pengusung dan jalur perseorangan. Pada bagian akhir, tertulis KPU penyelenggara dan nama- nama anggota komisioner.

Dalam format itu, terdapat salah cetak hanya pada bagian KPU penyelenggara, dimana tertulis KPU Sikka, semestinya KPU Nagekeo. Sedangkan lainnnya tidak ada masalah. Format tersebut ditempel di pintu masuk tempat pemungutan suara (TPS), sebagai wahana sosialisasi kepada warga pemilih.

“Tidak benar kalau ada yang mengatakan bahwa yang salah cetak itu surat suara. Kami tegaskan, kesalahan itu hanya pada format BC-KWK dan itupun hanya pada bagian akhir penulisan KPU penyelenggara!” tegasnya.

Dia menjelaskan, kesalahan cetak pada bagian KPU penyelenggara itu diketahui sehari sebelum pemungutan suara, yakni 7 Juli sekitar pukul 17. 00 Wita. Karena waktu sudah terjepit, maka tidak ada ruang untuk mencetak ulang format dimaksud.

“Mengingat salah cetak hanya pada bagian KPU penyelenggara, maka secara substansial tidak ada masalah. Apalagi surat suara dicetak sesuai dengan format yang disiapkan,” ujarnya.

Dia menerangkan, terhadap salah cetak itu, KPU Nagekeo sebagai penyelenggara pemilu bupati dan wakil bupati telah berkoordinasi dengan PT Jasuindo Tiga Perkasa Sidoarjo, Surabaya sebagai pihak yang memenangkan pengadaan logistik format BC- KWK.  Pihak perusahaan mengakui salah cetak dan untuk logistik ini tidak dibayar.*** (AVI)

Baca Juga :  Ambruknya Jembatan O’of, siswa terancam tak bersekolah

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button