Home / Sport / KPU NTT Tunggu Klarifikasi Parpol Terkait Caleg

KPU NTT Tunggu Klarifikasi Parpol Terkait Caleg

Bagikan Halaman ini

Share Button

2
Moral-politik.com. Komisi Pemilihan Umum (KPU) NTT masih menunggu hasil klarifikasi dari partai politik (parpol) terkait tanggapan masyarakat terhadap bakal calon anggota legislatif pada masa uji publik daftar calon sementara (DCS) anggota DPRD NTT untuk Pemilu 2014. KPU telah menyurati tiga parpol yang mendapat tanggapan dari masyarakat.

Anggota KPU NTT, Gasim M. Nur kepada wartawan di Kupang, Rabu (24/7) menjelaskan, tiga parpol yang mendapat tanggapan masyarakat pada masa uji publik dimaksud yakni Partai  Amanat Nasional (PAN), Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), dan Nasional Demokrat  (NasDem).

“Tanggapan masyarakat itu menyangkut status pekerjaan, kepengurusan partai, moral dan  hukum,” katanya.

Dia mengatakan, atas tanggapan masyarakat itu KPU telah menyurati tiga parpol dimaksud untuk  mendapat klarifikasi. Setelah itu, KPU akan melakukan pengecekan kembali atas klarifikasi  yang disampaikan parpol dimaksud.

Menurutnya, jika pengaduan masyarakat itu berdampak pada tidak terpenuhinya syarat pencalonan, maka yang bersangkutan dicoret dari daftar caleg.

Menjawab pertanyaan kemungkinan caleg yang telah dicoret itu bisa diganti, Gasim menegaskan, aturan memungkinkan untuk diganti caleg lain. KPU akan memberi kesempatan kepada parpol untuk mengganti dengan calon lain. Tapi pergantian itu tidak menjadi sebuah keharusan, tergantung dari parpol bersangkutan.

“Parpol punya hak untuk mengganti atau tidak mengganti calon yang telah dicoret dari daftar  caleg karena tidak memenuhi syarat,” tandas Gasim.

Walau tidak menjadi sebuah keharusan, lanjut Gasim, tapi parpol harus juga mempertimbangkan  secara matang, terutama caleg yang dinyatakan gugur itu adalah perempuan. Jika parpol membiarkannya untuk tidak diganti dan berkonsekuensi pada tidak terpenuhinya kuota 30 persen keterwakilan perempuan, maka parpol itu akan gugur sebagai peserta pemilu pada daerah  pemilihan (dapil) tersebut.***(AVI)

Baca Juga :  Olak Ladjar: Bawahan Tidak Boleh “Melawan”

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button