Home / Sport / Lagi, Pemkot Kupang Larang Wartawan Meliput!

Lagi, Pemkot Kupang Larang Wartawan Meliput!

Bagikan Halaman ini

Share Button

4
foto: walikota kupang ketika bertemu warga fatukoa

Moral-politik. com. Pemerintah Kota Kupang kembali bikin sensasi. Bagaimana mungkin Pers yang seharusnya menjadi mitra kerja pemerintah dilarang untuk melakukan peliputan aktivitas pemerintah Kota Kupang.

Sebagaimana dialami wartawan, Jumad (5/7/2013) sekitar Pukul11.00 Wita, para awak media ingin meliput kegiatan pertemuan antara pihak Pemkot, PLN, dan warga Fatukoa terkait pembebasan lahan untuk pembangunan Tower 5.1, tapi ditolak tegas dengan alasan rapat tertutup.

Bisa dipahami jikalau pertemuan tersebut menyangkut pertahanan keamanan, tetapi kalau hanya soal kisruh pendapat tentang tanah dalam kaitannya dengan pembangunan Tower 5.1 di Fatukoa, ancaman apa yang bakal dihadapi oleh ketiga unsur yang melakukan pertemuan tersebut sepanjang ketiga-tiganya berjalan sesuai relnya?

Pemerintah dan Pers adalah mitra kerja. Sama-sama punya tugas mulia. Malah, pemerintah tanpa pers akan pincang karena dunia tak tahu apa yang dilakukan oleh pemerintah. Begitu pun pers tanpa pemerintah akan lemah gemulai, baik karena kurang berita, juga kurang “gizi”.

Apa pun alasannya, Undang-undang Nomor 40 Tahun 2009 dengan tegas mengatakan, seluruh jurnalis berhak melakukan peliputan dan informasi ke publik.

Ok untuk kali ini awak media bisa paham. Tapi untuk berikutnya, tolong hasil pertemuan tersebut diinformasikan kepada media dalam acara jumpa pers, sehingga dunia tahu akar permasalahan kisruh, supaya sama-sama memikirkan solusi terbaiknya. Sebab dalam pandangan lain, ketertutupan bisa dikatakan sebagai kehati-hatian dari sebuah kebijakan yang tak populis. (ikzan)

Baca Juga :  Sulut: 60 Balita Idap HIV/AIDS

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button