Home / Sport / Manajemen PD Ita Esa Didesak Pertanggungjawabkan Dana Rp 500 Juta

Manajemen PD Ita Esa Didesak Pertanggungjawabkan Dana Rp 500 Juta

Bagikan Halaman ini

Share Button

9foto: ilustrasi

 

Moral-politik.com. Manajemen Perusahan Daerah (PD) Ita Esa Kabupaten Rote Ndao, didesak  mempertanggungjawabkan penyertaan modal yang diberikan pemerintah Kabupaten Rote Ndao Tahun Anggaran 2011 lalu senilai Rp500 juta.

Hal itu disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Rote Ndao, Yakob Malelak, SH, MA kepada wartawan di gedung DPRD Rote Ndao, Selasa (2/7).

Dikatakannya, hingga akhir tahun anggaran 2011 lalu, perusahan milik Pemkab Rote Ndao tersebut belum mempertanggungjawabkan penggunaan modal yang disertakan. Menurut dia, semestinya pihak manajemen perusahan itu menyampaikan pertanggungjawaban pengelolaan keuangannya guna mengetahui perkembangan perusahan tersebut.

“Sampai saat ini belum ada pertanggungjawaban keuangan oleh pihak PD Ita Esa atas modal yang disertakan tahun 2011 lalu,” ujarnya.

Senada dengan dia,  Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Rote Ndao, Petrus J.K. Pelle, S.Pd yang dikonfirmasi di gedung DPRD Rote Ndao, mendesak Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menutup Perusahan Daerah Ita Esa.

Pelle menyatakan hal itu menyusul pemberitaan media masa soal dugaan penggelapan keuangan perusahan yang dilakukan direktur PD Ita Esa, Mira Riwu.

“Kalau tidak berkontribusi bagi daerah ya ditutup saja. Apa gunanya kita pelihara perusahan itu kalau hanya membebankan keuangan daerah saja?” kesalnya.

Sebab menurut politisi asal Partai Demokrat tersebut, sejak tahun 2007 lalu hingga saat ini, melalui Anggaran pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Rote Ndao Pemkab bersama DPRD Rote Ndao menyertakan modal ke perusahan milik Pemkab Rote Ndao tersebut hampir Rp2 miliar per tahunnya.

Meski anggaran yang dialokasikan untuk perusahan itu dilakukan setiap tahun dan dalam jumlah yang besar, namun tak ada kontribusi balik bagi peningkatan PAD Kabupaten Rote Ndao.

Baca Juga :  Sail Komodo 2013 Sepi, Hanya 10 Peserta!

Padahal kata Pelle, perusahan itu didirikan dengan tujuan selain untuk mendongkrak PAD juga mengelola potensi sumber daya yang ada di Kabupaten Rote Ndao.

“Ada kesan bahwa pengelola menggantungkan pendapatan dari penyertaan modal pemerintah. Hal ini menunjukan bahwa pengelola tidak mampu lagi mengelola perusahan itu. Kalau pekerjaan mereka hanya membebankan keuangan daerah sebaiknya ditutup!” tandasnya.

Sementara berkaitan dengan dugaan penyelewengan yang dilakukan Direktur PD Ita Esa, dirinya mendesak pihak Kejaksaan maupun Polres Rote Ndao segera menyelidiki dugaan penyelewengan yang dilakukan Dirut perusahan itu.

“Kalau benar terjadi penyelewengan maka yang pastinya rakyat yang dirugikan. Sebab modal yang disertakan ke perusahan itu bersumber dari pajak rakyat. Supaya kerugian ini tidak berlanjut, pelaku penyelewengan dalam hal ini direkturnya segera diproses secara hokum!” tegasnya.(lima)

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button