Home / Pena_VJB / Manajemen RSUD Johanes Bakal Naikan Tarif

Manajemen RSUD Johanes Bakal Naikan Tarif

Bagikan Halaman ini

Share Button

21

 

Moral-politik.com. Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Johanes Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) berencana  menaikan tarif pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Usulan ini, karena tingginya biaya subsidi, yang harus dikeluarkan Pemerintah Provinsi NTT.

“Tarif RSUD Johanes sejak tahun 2006 hingga 2013 belum pernah dinaikan,” kata Wakil Direktur  Bidang Keuangan RSUD Johanes Kupang, Dr Yudith M.Kota, saat memberikan sosialisasi tentang rencana kenaikan tarif RSUD Johanes Kupang, Jumat, 5 Juli 2013.

Dia mencontohkan usulan kenaikan tarif, seperti rawat inap untuk kelas III, sebelumnya Rp 35  ribu per hari, sedangkan unit costnya mencapai Rp 61 ribu, sehingga diusulkan dinaikan menjadi Rp 75 ribu per hari.

Menurut dia, selama ini yang berlaku di rumah sakit itu, hanya tarif untuk kelas I dan kelas  utama yang tidak dikenakan subsidi. Dan menurut rencana akan dinaikan dari sebelumnya Rp 175  ribu hingga Rp 310 ribu menjadi Rp 220 ribu hingga Rp 390 ribu per hari.

Tarif lainnya yang juga diusulkan naik yakni pemeriksaan laboratorium hingga Rp 60 ribu untuk  tarif jasa, dari sebelumnya antara Rp 12 ribu hingga Rp 48 ribu. “Ini contoh usulan kenaikan  tarif RSUD Johanes Kupang yang akan ditetapkan melalui perda dan pergub,” katanya.

Kenaikan ini, menurut dia, untuk menutup sebagian dan seluruh biaya pelayanan kesehatan di  RSUD Johanes Kupang, untuk menjaga stabilitasi mutu pelayanan, untuk memberikan kepastian biaya pelayanan kesehatan dan memperbaiki kemakmuran pemberi pelayanan melalui penetapan  tarif yang sesuai.

Dia mengatakan, kenaikan tarif ini dilakukan, karena beban biaya RSUD mengalami peningkatan sehingga subsidi pemerintah semakin besar. “Selisih antara biaya dan tarif semakin besar,” katanya.

Baca Juga :  Bijaknya Gubernur Jokowi Soal Kasus Ibu Lurah Lenteng Agung

Apalagi, tambahnya, kesejahtraan pemberi pelayanan tidak meningkat, sehingga menurunkan mutu pelayanan dan pengembangan RSUD terhambat.*** (AVI)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button