Home / Sport / Manajemen RSUD Johannes Ajukan Ranperda Kenaikan Tarif

Manajemen RSUD Johannes Ajukan Ranperda Kenaikan Tarif

Bagikan Halaman ini

Share Button

9

Moral-politik.com. Manajemen RSUD W.Z. Johanes Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengajukan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) ke DPRD setempat, terkait rencana kenaikan tarif rumah
sakit milik Pemerintah Provinsi NTT tersebut.

“Ranperdanya sudah kami usulkan ke dewan untuk dibahas dan ditetapkan,” kata Dirut RSUD Johannes,  Alphons Anapaku, kepada wartawan di Kupang, Jumat (19/7).

Menurut Aanapaku, pihaknya masih melakukan konsultasi dan koordinasi dengan berbagai pihak, seperti gubernur dan DPRD terkait rencana kenaikan tarif tersebut. Namun, Ranperdanya telah dikirim untuk dibahas dan ditetap di dewan.

“Kami terus lakukan konsultasi dengan berbagai pihak terkait rencana kenaikan tarif ini, karena sudah cukup lama tarif rumah sakit tidak mengalami kenaikan,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Direktur RSUD Johanes Kupang, Dr Yudith M. Kota mengatakan, usulan kenaikan tarif ini, pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), yang menyebakan tingginya biaya
subsidi.

Usulan tarif yang dinaikkan, contohnya, seperti rawat inap untuk kelas III, sebelumnya Rp 35  ribu per hari, sedangkan unit costnya mencapai Rp 61 ribu, sehingga diusulkan dinaikan  menjadi Rp 75 ribu per hari.

“Itu pun tetap disubsidi oleh pemerintah,” katanya.

Tarif kelas I dan kelas utama yang tidak dikenakan subsidi dinaikan dari sebelumnya Rp 175  ribu hingga Rp 310 ribu, menjadi Rp 220 ribu hingga Rp 390 ribu per hari.

Tarif lainnya yang juga diusulkan naik yakni pemeriksaan laboratorium hingga Rp 60 ribu untuk  tarif jasa, dari sebelumnya antara Rp 12 ribu hingga Rp 48 ribu. Kenaikan itu untuk menutup  sebagian dan seluruh biaya pelayanan kesehatan di RSUD Johanes Kupang, untuk menjaga stabilitasi mutu pelayanan, dan memberikan kepastian biaya pelayanan kesehatan serta  memperbaiki kemakmuran pemberi pelayanan melalui penetapan tarif yang sesuai.

Baca Juga :  Heboh, Ada Remaja Berenang Bersama Hiu

“Beban biaya RSUD mengalami peningkatan, sehingga subsidi pemerintah semakin besar. Selisih antara biaya dan tarif semakin besar,” tutupnya.***(AVI)

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button