Home / Sport / Manajemen RSUD W.Z Johanes Kupang Tawarkan Kenaikan Tarif

Manajemen RSUD W.Z Johanes Kupang Tawarkan Kenaikan Tarif

Bagikan Halaman ini

Share Button

21

 

Moral-politik.com. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof W.Z. Johanes Kupang, mengusulkan kenaikan tarif pasca kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Usulan ini, karena tingginya biaya subsidi yang selama ini diberikan. Jika usulan kenaikan ini diterima oleh Pemerintah Provinsi NTT dan DPRD maka tarif rawat inap di rumah Sakit Rujukan NTT ini bakal naik tajam.

“Dengan kondisi saat ini dimana semua harga naik dan beban subsidi juga semakin berat maka perlu dipikirkan untuk menaikkan tarif rumah sakit.  Tarif RSUD Johanes sejak tahun 2006 hingga 2013 belum pernah dinaikan,” demikian disampaikan Wakil Direktur RSUD Johanes Kupang, Dr Yudith Kota, kepada wartawan di Kupang, Selasa (09/07).

Yudith Kota mencontohkan usulan kenaikan tarif, seperti rawat inap untuk kelas III, sebelumnya Rp 35 ribu per hari, sedangkan unit costnya mencapai Rp 61 ribu, sehingga diusulkan dinaikan menjadi Rp 75 ribu per hari.

“Itu pun tetap disubsidi oleh pemerintah, sehingga dengan berbagai pertimbangan yang ada maka  kita usulkan kenaikan ini,” katanya.

Selama ini, ungkap Yudith Kota, hanya tarif untuk kelas I dan kelas utama yang tidak dikenakan subsidi. Dan akan dinaikan dari tarif sebelumnya Rp 175 ribu hingga Rp 310 ribu menjadi Rp 220 ribu hingga Rp 390 ribu per hari. Tarif lainnya yang juga diusulkan naik yakni pemeriksaan laboratorium hingga Rp 60 ribu untuk tarif jasa, dari sebelumnya antara Rp 12 ribu hingga Rp 48 ribu.

“Ini contoh usulan kenaikan tarif RSUD Johanes Kupang yang akan ditetapkan melalui perda dan pergub, Ini dilakukan untuk kelancaran pelayanan bagi masyarakat umum sehingga kita berharap ini bisa disetujui” katanya.

Baca Juga :  Pembagian Guru Tidak Merata, Buta Aksara Makin Tinggi

Kenaikan ini, menurut dia, untuk menutup sebagian dan seluruh biaya pelayanan kesehatan di RSUD Johanes Kupang, menjaga stabilitasi mutu pelayanan, memberikan kepastian biaya pelayanan kesehatan dan memperbaiki kemakmuran pemberi pelayanan melalui penetapan tarif yang sesuai.

Dia menjelaskan, kenaikan tarif ini dilakukan karena beban biaya RSUD mengalami peningkatan, sehingga subsidi pemerintah semakin besar.

“Selisih antara biaya dan tarif semakin besar, sehingga jika ini tidak dipikirkan secara bijak maka tentu akan berdampak pada subsidi yang semakin besar serta pelayanan yang juga tidak maksimal,” katanya. (Ale)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button