Home / Sport / Mantan Kadis DKP TTU Ditahan Kejari Kefamenanu

Mantan Kadis DKP TTU Ditahan Kejari Kefamenanu

Bagikan Halaman ini

Share Button

19

 

Moral-politik.com. Maxsimus Tanesib, Mantan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Timur Tengah Utara (TTU), akhirnya ditahan pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kefamenanu karena terlibat korupsi pengadaan satu unit kapal ikan pada DKP Kabupaten TTU tahun anggaran 2009 lalu, sebesar Rp 825 juta.

Mantan Kadis DKP Kabupaten TTU, Maxsimus Tanesib ditahan oleh Kejari Kefamenanu karena terlibat dalam korupsi tersebut, dimana proyek pengadaan satu unit kapal ikan yang dibuat belum selesai diperbaiki, namun dana yang digunakan telah dicairkan seluruhnya kepada kontraktor.

Dalam kasus itu, bukan saja Kadis DKP Kabupaten TTU yang ditahan, namun 8 orang tersangka lainnya turut ditahan Kejari Kefamenanu. Ke-8 orang tersebut diantaranya orang yang bertindak atas nama CV. Ina Mandiri yakni Ina Tupen, Direktris Florentina Tupen, panitian PHO, Alexander Naikofi dkk, konsultan pengawas, Silvester.

Kasi Pidsus Kejari Kefamenanu, Frangky Radja, SH kepada wartawan, Rabu (03/07) mengatakan, mantan Kadis DKP Kabupaten TTU ditahan karena terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan satu unit kapal ikan pada DKP Kabupaten TTU tahun anggaran 2009 sebesar Rp 825 juta.

“Kejaksaan Negeri (Kejari) Kefamenanu menahan mantan Kadis DKP Kabupaten TTU, karena terlibat dalam kasus dugaan korupsi pengadaan satu unit kapal ikan pada DKP Kabupaten TTU tahun anggaran 2009 sebesar Rp 825 juta,” katanya.

Dia menjelaskan, dalam proyek itu, satu unit kapal ikan yang diadakan oleh DKP Kabupaten TTU belum selesai dikerjakan namun, seluruh dana yang digunakan sebesar Rp 825 juta itu telah dicairkan untuk kontraktor.

Menurut dia, dalam laporan terkait dengan pekerjaan kapal ikan tersebut, dilaporkan bahwa kapal telah selesai dikerjakan oleh kontraktor. Namun sesuai kenyataan kapal tersebut belum selesai dikerjakan oleh kontraktor hingga saat ini.

Baca Juga :  Sikka: 21 Desa Rawan Diserang Tsunami

Mengenai barang-barang yang belum dilengkapi, katanya, seperti tempat duduk ruang kemudi, jangkar, tempat duduk penumpang, alat pemadam kebakaran, alat penyelam, kemudi nakhoda, jendela kaca kemudi, life jaket, ruang kemudi dan sebagainya. Barang-barang ini belum dilengkapi hingga masa kontrak berakhir.

Dalam proyek itu, katanya, negara mengalami kerugian Rp 121 juta. Kerugian yang dialami negara itu akibat perbuatan 9 tersangka yang saat ini telah ditahan di Rutan Kupang. Dia juga mengatakan, kasus dugaan korupsi tersebut telah dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Kupang pada, Senin (01/07) lalu. (Ale)

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button