Home / Sport / MCK Plus & Ruas Jalan Ke Oemau Rusak Berat

MCK Plus & Ruas Jalan Ke Oemau Rusak Berat

Bagikan Halaman ini

Share Button

7

 

Moral-politik.com. Ketenaran objek wisata Nemberala dan Bo’a di Kabupaten Rote Ndao yang telah menjadi primadona wisatawan bukan lagi hal yang mengagetkan.

Namun para wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Rote Ndao selain mengunjungi dua lokasi tersebut, juga dipastikan akan mengunjungi lokasi wisata kolam Oemau yang terletak di Kelurahan Mokdale, Kecamatan Lobalain.

Ironisnya, keanggunan Kolam Oemau yang selain berfungsi sebagai objek wisata juga menjadi sumber air bagi warga di Ba’a, Ibu Kota Kabupaten Rote Ndao, hingga saat ini masih jauh dari perhatian pemerintah untuk menatanya.

Betapa tidak, infrastruktur pendukung di objek wisata yang satu ini mulai dari ruas jalan penghubung, hingga fasilitas pendukung seperti MCK plus yang telah ada di lokasi tersebut, alami kerusakan yang cukup serius.

Lurah Mokdale, James Therik yang ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (11/7) siang membenarkan adanya kerusakan pada sejumlah fasilitas di lokasi tersebut.

“MCK maupun ruas jalan yang menuju ke Oemau memang rusak parah. Kami memang memikirkan untuk membenahinya tetapi terkendala  anggaran, sehingga kami mengharapkan perhatian pemerintah untuk menatanya,” harap James.

Sementara itu, mantan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Kabupaten Rote Ndao, H.P. Dami saat ditemui mengatatakan, sumber air di Kolam Oemau telah tercemar bakteri Eccoli.

Menurut dia, hal itu disebabkan masih kurangnya kesadaran warga untuk menjaga kebersihan lingkungan. Sebab, pencemaran itu ditimbulkan akibat septitank milik warga mengalami peresapan hingga ke lokasi tersebut.

“Kolam itu sudah tercemar yang disebabkan karena adanya peresapan dari septitank di rumah warga,” ungkapnya.

Mencegah terjadinya dampak yang lebih parah, kata dia, perlu dilakukan pembenahan terhadap septitank di masing-masing rumah warga.

Baca Juga :  Pol PP Awasi Pembangunan Hotel Graha Timor Grasia

“Kalau septitank di masing-masing rumah warga yang ada di sekitarnya tak dibenahi maka pencemaran itu akan terus berkelanjutan. Apalagi septitank milik warga itu hanya berlantaikan tanah sehingga mudah terjadi peresapan,” katanya.

Disinggung soal langkah yang dilakukan pihaknya dengan menyedot tinja pada rumah warga, dia mengatakan hingga saat ini pihaknya belum memprogramkan hal itu, mengingat pihaknya belum memiliki tempat penampungan khusus tinja di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Oelunggu.(lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button