Home / Pena_VJB / Nazaruddin “Bernyanyi” Lagi: Ada nama Setya Novanto, Anas, Chairuman

Nazaruddin “Bernyanyi” Lagi: Ada nama Setya Novanto, Anas, Chairuman

Bagikan Halaman ini

Share Button

8

 

 

Moral-politik.com. Terpidana kasus suap proyek Wisma Atlet SEA Games, M Nazaruddin membeberkan proyek yang diduga indikasi korupsi di sejumlah kementerian dan lembaga negara kepada KPK. Yaitu proyek penyelewengan anggaran e-KTP di Kementerian Dalam Negeri, pembelian Merpati serta pembangunan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK).

“Saya buka tentang bagi-bagi uang di proyek e-KTP, saya bagi tentang proyek Merpati MA 60 yang proyek fiktif nilainya hampir Rp 2 triliun. Semua saya buka apa adanya, juga tentang penunjukan langsung gedung MK Rp 300 miliar, diklat MK Rp 200 miliar,” kata Nazaruddin di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (31/7).

Nazaruddin juga mengaku membeberkan fee pembangunan gedung pajak. Menurut Nazaruddin, keterangannya itu sudah masuk Berita Acara Pemeriksaan (BAP) penyidik.

“Saya buka proyek pembangunan gedung pajak yang dibagi-bagi fee-nya, semua saya buka, sudah di-BAP penyidik KPK. nanti kita dukung KPK menyelesaikan kasus-kasus korupsi yang dilakukan pejabat pemegang kekuasaan di RI,” ujarnya.

Nazaruddin pun menyebut untuk proyek e-KTP, yang terlibat yakni Ketua Fraksi Partai Golkar di parlemen, Setya Novanto. Kemudian, ada beberapa anggota Komisi II dan mantan Ketua Komisi II DPR, dan beberapa para petinggi fraksi di Parlemen termasuk Anas Urbaningrum.

Diketahui, sewaktu dulu yang menjabat sebagai Ketua Komisi II yakni Chairuman Harahap dan Anas sebagai mantan Ketua Fraksi Demokrat di Parlemen.

“(Anggota) DPR (yang terlibat) untuk proyek EeKTP ada Setya Novanto. Ada beberapa Komisi II, mantan ketua komisi II dan beberapa ketua termasuk Mas Anas, dan saya juga ada di situ. Semua sudah saya serahkan laporannya,” ujar Nazaruddin.

Sementara itu, lanjut Nazaruddin, terkait dugaan korupsi proyek pembangunan Gedung Pajak, pimpinan Banggar DPR Olly Dandokambey disebut terlibat.

Baca Juga :  Purek I Unimor Minta 515 Mahasiswa PMM Kreatif

“Kalau proyek gedung pajak, Olly Dondokambey. Semua sudah saya laporkan teman-teman anggota DPR yang lain,” papar Nazar.

Nazaruddin mengaku tidak takut jika dirinya dan keluarganya menjadi terancam atas laporannya ini.

“Kalau ada efek bagi saya dan keluarga saya setelah ini, masyarakat Indonesia tahu siapa yang akan bertanggung jawab atas semua ini,” pungkasnya.

Diketahui, hari ini Nazar diperiksa sebagai tersangka untuk kasus pencucian uang saham Garuda Indonesia. Nazar pun diinapkan di Rutan KPK, lantaran pemeriksaan belum selesai. (Sumber: merdeka.com)

 

 

 

 

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button