Home / Pena_VJB / Pasar Busana Tawarkan Gaya Baru Rayakan Lebaran

Pasar Busana Tawarkan Gaya Baru Rayakan Lebaran

Bagikan Halaman ini

Share Button

6

 

Moral-politik.com. Pasar busana menjelang Lebaran sudah semarak hampir di seluruh belahan kota di Nusantara. Apalagi, Lebaran menjadi momen penting bagi umat Muslim. Mereka ingin tampil spesial dengan busana yang terbaik.

Sejumlah perancang pun menghadirkan koleksi busana mereka yang istimewa untuk Lebaran. Seperti yang diperagakan di Galeries Lafayette, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Seperti perancang busana Ina Thomas. Ia memilih siluet Maroko untuk rancangan busana kaftan terbarunya, Kaftan by Ina Thomas. Dikenal dengan ciri khas Bohemiannya, kali ini ia memperkaya ramuan konsepnya pada koleksi yang didominasi warna-warna cerah itu dengan energi baru yang segar.

Ina mencoba menonjolkan sisi kecantikan dan feminitas pemakainya, dengan menambahkan aksen dan aksesori metal, yang menurutnya menjadi representasi sekaligus statement personal sang perancang pada potensi kekuatan setiap wanita.

Etnik, colorful, sekaligus unpredictable, menjadi tawaran Dian Pelangi bagi pencinta mode dalam merayakan Lebaran kali ini. Koleksi rancangannya yang tampil dalam warna-warna cerah, dengan sentuhan warna Timur Tengah yang kental, berkonsep padu padan (mix and match) yang kuat.

Ia mempersilakan pencinta mode membeli koleksi rancangannya per bagian, untuk memberi kesempatan yang luas memadupadankan sendiri tampilan utuh sesuai selera.

5

Padu Padan
Berbeda dengan musim mode di belahan bumi Barat yang merujuk keadaan iklimnya, musim mode di Indonesia terutama ditentukan perayaan hari-hari besar keagamaan. Permintaan busana meningkat signifikan pada masa Lebaran, Natal, dan Imlek. Ronald Gaghana, contohnya, mengakui permintaan busana baru menjelang Lebaran paling tinggi, bisa mencapai kurang lebih 70 persen dari produksi biasanya.

Tak jauh berbeda dengan Dian Pelangi, perancang busana Denny Wirawan juga membenarkan padu padan dalam konsep busana siap pakai (ready-to-wear) menjadi tren busana Lebaran kali ini. Ia memberi kemudahan kepada penikmat mode untuk memilih sesuai selera, rok pensil, celana panjang, jaket, ataupun modifikasi kaftan rancangannya, untuk dipadukan dengan busana lain yang bahkan bukan rancangannya.

Baca Juga :  Emy Nomleni: Sail Komodo 2013 Perlu digenjot

”Sebelumnya kita kenal tren tunik dan abaya, sekarang lebih modern. Konsepnya bebas memadupadankan,” kata Dian. (Sumber: Beritasatu.com)

 

 

 

 

 

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button