Home / Sport / Pengadilan Tipikor Vonis Mantan Kadin Mabar 1 Tahun Penjara

Pengadilan Tipikor Vonis Mantan Kadin Mabar 1 Tahun Penjara

Bagikan Halaman ini

Share Button

3

 

Moral-politik.com. Mantan Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kabupaten Manggarai Barat dr. Harijaya akhirnya divonis selama 1 tahun penjara oleh majelis hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, Selasa (30/7) karena terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus pembangunan gedung Rumah Sakit (RS) Komodo, di Kabupaten Manggarai Barat tahun anggaran 2007 dan 2008.

Dalam putusan itu majelis hakim mengatakan, terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus pembangunan gedung Rumah Sakit (RS) Komodo di Kabupaten Manggarai Barat.

Sidang dengan agenda pembacaan putusan oleh majelis hakim di pimpin Khairruludin, SH didampingi dua hakim anggotanya masing-masing Agus Komarudin, SH dan Anshyori, SH. Terdakwa didampingi kuasa hukumnya Luis Balun, SH. Turut hadir Jaksa Penuntut Umum (JPU),  Putu Iska, SH.

Menurut hakim Khairuludin, terdakwa terbukti melakukan tindakan pidana sesuai dakwaan subsidair secara bersama-sama yang diatur dalam pasal 3 juncto pasal 18 UU Nomor 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke 1.

Selain di vonsi 1 tahun penjara, terdakwa juga dikenakan denda Rp 50 juta subsidair 2 bulan penajara. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Manggarai Barat yang menuntut 6 tahun penjara.

Masih dalam kasus yang sama, majelis juga memvonis Direktur PT. Antartika Karya Pratama Anton Jami 1 tahun penjara dengan denda Rp 50 juta subsidair 2 bulan penjara dan dikenakan uang pengganti Rp 250 juta subsidair 4 bulan penjara.

Vonis terhadap Anton Jami lebih ringan dari tuntutan jaksa yang mengenakan tuntutan 6 tahun penjara denda Rp 300 juta subsidair 3 bulan penjara dan uang pengganti kerugian negara Rp 357 juta subsidair 3 bulan penjara.

Baca Juga :  Cuaca buruk di NTT, harga ikan tinggi

Untuk diketahui, pembangunan RSUD Komodo dilaksanakan pada Tahun Anggaran 2007 dan 2008 berlokasi di Marombok, Desa Golo Bilas, Kecamatan Komodo, Manggarai Barat.

Pelaksanaan proyek ini berindikasi korupsi seperti pembangunan struktur lobi ruangan dan klinik infeksius. Dari pagu anggaran Rp 1,4 miliar, diduga terdapat kerugian negara sebesar Rp 357.736.405.

Indikasi kerugian negara disebabkan  karena kurangnya volume urukan tanah sekitar 3.000 meter kubik.

Pembangunan RSUD Komodo telah dilaksanakan dalam tiga tahap dengan menelan dana APBD Kabupaten Manggarai Barat sekitar Rp 6 miliar. Akan tetapi pembangunan tidak tuntas karena tersendatnya kucuran dana APBD, ditambah mencuatnya kasus korupsi tersebut. (richo)

 

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button