Home / Pena_VJB / Pilkada Rote Ndao: Jangan Gadaikan Harga Diri Rp50 ribu

Pilkada Rote Ndao: Jangan Gadaikan Harga Diri Rp50 ribu

Bagikan Halaman ini

Share Button

12

 

Moral-politik.com. Suasana menjelang Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao pada 5 Agustus 2013 mendatang cukup memanas. Aksi money politic yang dilakukan kandidat tertentu mulai marak dilakukan.

Tokoh masyarakat Rote Ndao, Ir. Benyamin Ndaomanu kepada wartawan di Ba’a, Selasa (16/7) siang mengingatkan warga agar tak menggadaikan harga dirinya dengan uang yang sengaja dibagikan pasangan calon tertentu.

Mantan Kepala Dinas PU Rote Ndao ini mengatakan hal itu menjawab wartawan soal dugaan money politic yang dilakukan kandidat tertentu.

“Kalau harga seekor ayam di pasaran saat ini Rp50 ribu per ekor. Kita harapkan agar masyarakat juga tidak menjadi ayam yang diperjualbelikan di pasar,” katanya.

Masyarakat diingatkannya agar saat pemilukada mendatang menentukan pilihan politik secara cerdas dan tidak terkontaminasi dengan praktek money politic yang dilakukan saat ini.

“Saya berkeyakinan bahwa masyarakat kita sudah cerdas dalam menentukan pilihan. Para kontestan juga kita harapkan agar lebih cerdas dalam berpolitik, dan tidak menyesatkan masyarakat dengan praktek-praktek yang tidak beretika,” tandasnya.

Pernah diberitakan, salah seorang tim sukses pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao, Drs.Leonard Haning, MM-Jonas Lun, S.Pd dilaporkan warga ke Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Rote Ndao, karena melakukan money politic kepada salah seorang warga, di RT.15/RW.08, Desa Oelua, Kecamatan Rote Barat Laut, Rabu (3/7) pukul 09.00 wita.

Pantauan kami di kantor Panwaslu Kabupaten Rote Ndao, saksi yang diberikan uang tersebut, Otniel Bola didampingi salah seorang anggota Linmas di Desa itu, Zadrch Lani bersama sejumlah warga lainnya diterima salah seorang petugas Panwaslu dan Ketua Panwaslu Kecamatan Rote Barat Laut, Ever E Kana Djara saat melaporkan hal itu.

Baca Juga :  Gabriel Suku Kotan: Perlu Ada Posko Keamanan di Adonara!

Saat menyampaikan laporan, saksi membawa sejumlah barang bukti berupa uang senilai Rp25 ribu yang terdiri atas satu lembar uang pecahan Rp20 ribu dan satu lembar uang pecahan Rp.5.000.

Selain menyerahkan uang senilai Rp25 ribu, saat itu saksi juga menyerahkan atribut yang diserahkan pelaku Armansyah Lani kepada dirinya berupa selembar kain warna putih yang berukuran diperkirakan 150 cm persegi bertuliskan Lentera.

Dihadapan petugas Panwaslu Kabupaten Rote Ndao, Otniel mengungkapkan uang beserta atribut milik paket Lentera tersebut diserahkan secara langsung oleh pelaku Armansyah Lani di kediamannya.

Saat penyerahan tersebut kata Otniel, hanya disaksikan dirinya dan istrinya Meriati soru Bola.

“Saat itu dia kasih saja tanpa membicarakan apa-apa. Saya juga tidak tahu alasan dia serahkan uang dan bendera Lentera,” katanya.

Menghindari terjadinya persoalan akibat kejadian itu lanjutnya, dirinya langsung melaporkan hal itu ke Panwaslu.

“Saya datang atas inisiatif sendiri bukan karena ada paksaan. Saya takut mendiamkan hal ini,” pungkasnya. (lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button