Home / Sport / PKL Kecewa, Sat Pol PP Beri Batas Waktu Sampai 9 Juli

PKL Kecewa, Sat Pol PP Beri Batas Waktu Sampai 9 Juli

Bagikan Halaman ini

Share Button

IMG-20130628-00619

 

Moral-politik.com. Diberi batas waktu sampai tanggal 9 Juli 2013 oleh Sat Pol PP untuk membongkar Lapak Jualan dan harus meninggalkan lokasi itu tanpa relokasi  di lokasi Rumah Sakit Umum W.Z. Johannes Kupang, para PKL yang berjualan di dalam lokasi itu mengaku kecewa dengan manajemen RSU dan pihak DPRD yang telah melanggar kesepakatan dengan PKL, pada awal tahun 2013 di salah satu Aula yang berada di RSU tersebut.

Alfons, salah satu dari 7 PKL yang berjualan di lokasi tersebut mengatakan kepada wartawan di kantor DPR NTT, Rabu (03/07) bahwa sebelumnya pihak Pol PP datang menemui  para PKL dengan dalih ingin  mendata. Para PKL yang berjualan di lokasi itu memberi data sesuai permintaan. Namun berselang seminggu, tepatnya kemarin (Selasa 02/07), pihak Pol PP Provinsi NTT kembali menemui para pedagang dan membawa surat yang isinya meminta para PKL harus meninggalkan lokasi itu. Para pesagang juga hanya diberi kesempatan sampai tanggal 9 juli. Jika sampai tanggal tersebut mereka tidak meninggalkan lokasi itu, maka pihak pol PP akan datang dan membongkar secara paksa lapak jualan mereka.

Atas desakan itu, lanjut Alfons, mereka akan coba melakukan pendekatan dengan pihak RSU atau DPRD agar nasib mereka juga diperhatikan, karena mereka sangat menggantungkan hidup dari berdagang di lokasi itu meski diberi space yang sangat kecil oleh pihak manajemen.

“Kami mohon pemerintah bersikap bijak terhadap nasib kami orang kecil, karena kehidupan kami sangat bergantung dari berdagang di lokasi RS,” kata Alfons.

Baca Juga :  Bertengkar dengan Istri Yeskiel Bakar Rumahnya

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button