Home / Pena_VJB / Polisi Tahan Dua Mahasiswa yang Diduga Membunuh Janin Bayinya

Polisi Tahan Dua Mahasiswa yang Diduga Membunuh Janin Bayinya

Bagikan Halaman ini

Share Button

KABAG HUMAS

Moral-politik.com. Polres Kupang Kota akhirnya menahan dua orang mahasiswa yang diduga sebagai tersangka dalam kasus penemuan mayat bayi laki-laki di Kelurahan Maulafa, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dua orang yang diduga sebagai tersangka itu adalah oknum Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas  PGRI NTT  berinisial AM (19) dan DT (20).

Keduanya ditahan dalam kasus penemuan mayat bayi di Kelurahan Maulafa,  Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Kamis pekan lalu.  AM dan DT ditahan setelah penyidik menemukan bukti adanya keterlibatan keduanya dalam pembunuhan bayi itu.

Kasubag Humas Polres Kupang Kota, Iptu. Januarius Mau, Senin (22/7) di ruang kerjanya mengtatakan, dua tersangka itu merupakan mahasiswi dan mahasiswa Universitas PGRI NTT. Tak hanya AM dan DT, namun Polres Kupang Kota juga menetapkan Ny. FN  selaku dukun beranak sebagai tersangka yang membantu mengeluarkan si jabang bayi dari rahim AM.

“Tersangka DT dan AM kami amankan di kediamannya di Tofa. Kedua tersangka kami tahan sejak Sabtu (20/7/) hingga 20 hari ke depan untuk kepentingan penyidikan,” katanya.

Ia menjelaskan, motif pembunuhan bayi itu karena diduga DT malu anak yang dilahirkan itu hasil hubungan gelapnya dengan AM. Padahal saat ini, tersangka DT sudah memiliki calon istri yang sementara hamil tiga bulan.

Tentang aksi pembunuhan bayi itu, Mau  mengatakan, setelah lahir dari rahim AM, bayi itu diduga dicekik AM hingga tidak bisa bernafas. Tak lama kemudian bayi meninggal dunia. Setelah mengetahui bayi sudah mati, tersangka DT mengubur bayi di bawah pohon kelapa.

Untuk dukun beranak Ny. FN, kata Mau, penyidik tidak menahannya. Pertimbangan penyidik karena kemanusiaan. Apalagi  Ny. FN  sudah berumur 80 tahun dan sering sakit-sakitan.

Baca Juga :  Inilah Nara Sumber Moral-politik.com Terkait Bencana Benanain

Sebelumnya diberitakan,  warga Kelurahan Maulafa, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, dihebohkan dengan  penemuan bayi laki-laki di RT 20/RW 08 wilayah setempat, Kamis (18/7) malam, sekitar pukul 20.30 Wita. Bayi itu dibungkus  tas kresek merah dan diletakkan dalam sebuah kardus.

Pantauan wartawan,  bayi laki-laki itu tidak bernyawa lagi dan masih terbungkus rapi dengan sebuah tas kresek merah serta diletakkan dalam kardus. Bayi itu sudah memiliki tangan, kaki dan organ tubuh lainnya. Sementara panjang tubuhnya sekitar 30-40 cm.
Warga yang menemukan membawa  bayi itu ke sebuah rumah kos yang ditempati oleh DT.

Rumah ini berjarak sekitar 50 meter dari tempat penemuan mayat. Beberapa saat kemudian aparat kepolisian dari Polsek Maulafa dan Polres Kupang Kota tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.

Bayi laki-laki yang berumur sekitar tujuh bulan, atau delapan  bulan itu ditemukan oleh seorang warga bernama Sarlin. Penemuan  ketika Sarlin hendak mencari buah kelapa kering yang jatuh dari pohon untuk  mencuci rambut.

Ketika Sarlin mendekati pohon kelapa di samping rumah Abner Ndun, dia curiga karena ada tumpukan daun kelapa kering yang ditindih  batu besar.  Sarlin mengangkat batu dan daun kelapa itu, ternyata ada bekas galian. Saat itu pula ada seekor anjing yang sempat berusaha untuk menggali bekas galian tanah yang ditutup.

Sarlin  bertambah curiga dan memberitahukan kepada warga sekitar. Warga pun bersama Arlin menuju tempat itu dan menggali hingga berhasil menemukan orok bayi laki- laki di dalam kardus.  (richo)

 

 

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button