Home / Pena_VJB / Polisi Ungkap Keterlibatan Mahasiswa NTT dalam Narkoba

Polisi Ungkap Keterlibatan Mahasiswa NTT dalam Narkoba

Bagikan Halaman ini

Share Button

5

 foto: ilustrasi

 

 

Moral-politik.com. Felipus Bewa Danguwole Dasalaku alias Fen, mahasiswa asal Sumba Barat yang menjadi tersangka kasus narkoba diamankan polisi Polres Sumba Barat. Mahasiswa sebuah perguruan tinggi di Kota Kupang ini sempat menjadi buron pihak Dit Resnarkoba Polda NTT karena kabur ke Sumba Barat sejak beberapa pekan lalu.

Kabid Humas Polda NTT, AKBP. Octo G. Riwu kepada wartawan, Rabu (31/70 membenarkan hal tersebut. Tersangka Fen diamankan di kediaman kerabatnya di daerah Weekarou Kabupaten Sumba Barat akhir pekan lalu.

Selanjutnya pihak Dit Resnarkoba Polda NTT menjemput tersangka dan diamankan di Mapolda NTT.  Penyidik yang menangani kasus ini juga mengambil sampel darah tersangka dan dibawa ke Labfor Denpasar Bali untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Belum lama ini, pihak Dit Resnarkoba Polda NTT membekuk lima mahasiswa yang merupakan jaringan narkoba sebagai pemilik dan pengedar narkoba berbagai jenis. Dari tempat kost maupun dari saku para mahasiswa ini diamankan barang bukti pil dan ganja serta obat terlarang lainnya.

Penangkapan para mahasiswa ini dilakukan aparat keamanan dipimpin Kasubdit II Dit Resnarkoba Polda NTT, Kompol Albert Neno, SH di lokasi berbeda di wilayah Kota Kupang.

Pada tanggal 24 Juni 2013, aparat polisi membekuk Paulo Mario Riberu alias Rico (26), warga Kelurahan Naikoten, Kecamatan Kota Raja.

Ia ditangkap di depan Stadion Merdeka, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Merdeka, Kecamatan Kota Lama sekitar pukul 01.00 wita.  Dari hasil penggeladahan badan, polisi menemukan barang bukti tiga paket ganja yang disimpan Rico di sadel sepeda motor yamaha nomor polisi DH 5376 HD.

Polisi kemudian menangkap Hendrik Christian Dethan, karyawan perusahaan swasta, warga Kelurahan Nunleu Kecamatan Kota Raja, polisi mengamankan barang bukti ganja yang siap diedarkan Hendrik ke rekannya seberat 1,07 gram. Barang bukti ini diamankan polisi di perusahaan tempat Hendrik bekerja.

Baca Juga :  155 Imigran Ditahan, Rudenim Kupang Over Kapasitas!

Polisi kemudian membekuk Petrus Siga alias Mex, mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia sebuah perguruan tinggi di Kota Kupang di kostnya, di asrama Karolus, Jalan Suratim, Kelurahan Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima. Barang bukti terbanyak yang diamankan  yakni 180,48 gram ganja.
Mex pun ‘bernyanyi’ mengenai jaringannya. Ia menyebut keterlibatan rekannya Artho Umbu Kudu Landju Djama, mahasiswa  FKIP jurusan Bahasa Indonesia semester XII yang juga berasal dari Kabupaten Sumba Timur.

Polisi menggeledah Artho dan menemukan barang bukti dalam dompetnya satu paket ganja seberat 0,2910 gram. Fen sendiri pernah kuliah di Yogyakarta, namun putus kuliah sehingga ke Kupang untuk melanjutkan kuliahnya.

Di  kost yang ditempati Fen di belakang kampus UKAW Kupang, polisi melakukan penggeledahan dan mendapatkan barang bukti satu paket ganja dan puluhan butir obat-obatan terlarang.

Fen sendiri kabur dan saat ini dinyatakan buron serta masih dalam pengejaran aparat keamanan Dit Resnarkoba Polda NTT.  Rico, Hendrik, Mex dan Artho sudah diamankan polisi dan ditahan di Mapolda NTT. Mereka sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Polisi juga mengamankan barang bukti sepeda motor milik Rico, sejumlah paket ganja dan puluhan butir obat-obatan terlarang.  Para mahasiswa yang sudah diamankan dan dijadikan tersangka ini merupakan jaringan pemilik, pemakai dan pengedar narkoba serta obat terlarang lainnya.

Karena berasal dari luar NTT maka jaringan ini pun terputus. Selain itu tersangka bungkam soal asal barang bukti. Para tersangka sendiri tidak mengetahui persis asal barang bukti tersebut.
Artho berperan sebagai pengedar, Hendrik mengedarkan, Petrus Siga alias Mex memiliki, Rico sebagai pengguna akhir.

Antara para tersangka pun merupakan jaringan yang saling mengenal satu dengan yang lain. Barang bukti pun dikirim dari luar NTT.  Atas perbuatan mereka maka Petrus Siga alias Mex dijerat dengan pasal 111 karena memiliki, Artho dijerat dengan pasal 114 dan 111, Cristian Hendrik dengan pasal 114 dan 111 serta Rico pasal 111 sub 127 UU nomor 35/2009 tentang narkotika karena merupakan pengguna dan menguasai dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal 20 tahun penjara. (richo)

Baca Juga :  Kok Tahun Ini Arena Pemeran Fatululi Sepi Pengunjung?

 

 

 

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button