Home / Sport / Presiden Minta Perwira TNI & Polri Paham Lingkungan Strategis

Presiden Minta Perwira TNI & Polri Paham Lingkungan Strategis

Bagikan Halaman ini

Share Button

14

 

Moral-politik.com. Presiden Susilo Bambang Yudhyono meminta para perwira di jajaran TNI dan Polri untuk memahami perkembangan lingkungan strategis, baik global, regional, maupun nasional, bahwa kini kita menghadapi lingkungan strategis baru yang unik.

“Tidak ada negara yang kita anggap sebagai musuh, dan sebaliknya, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang memusuhi negara kita. Lingkungan strategis baru yang khas itu, juga memberikan peluang yang sangat besar bagi kita untuk lebih berperan di dunia internasional,” kata Presiden SBY saat memberikan sambutan pada upacara Prasetya Perwira (Praspa) Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Pelantikan Perwira TNI-Polri 2013 di Markas Komando Akademi Angkatan Laut, Surabaya, Jawa Timur, Selasa (2/7) pagi.

Presiden SBY menjelaskan, saat ini kita dapat dengan leluasa menjalankan “politik luar negeri ke segala arah” (all directions foreign policy), dimana negara kita dapat menjalin hubungan persahabatan dengan pihak manapun. Negara kita dapat bebas berkiprah untuk menjalankan diplomasi ”sejuta kawan, tanpa musuh—a million friends, zero enemy.  “Tentu saja, semua itu harus kita jalankan  atas dasar kemandirian, kedaulatan, kesetaraan, dan prinsip saling menguntungkan,” ujar Presiden.

Presiden juga menegaskan, bahwa negara kita saat ini memiliki citra dan posisi yang berbeda dalam percaturan internasional. Kita sudah menanggalkan citra keterpurukan, citra instabilitas, dan citra konflik yang dulu membara di mana-mana.

“Dunia kini memandang Indonesia sebagai negara yang mencetak banyak prestasi dan kemajuan, diantaranya adalah sebagai negara demokrasi ketiga terbesar di dunia, sebagai jembatan antara Islam dan Barat, sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, sebagai negara yang sukses melakukan transformasi, dan sebagai negara yang menjunjung kebebasan dan pluralisme,” ungkap Presiden SBY.

Baca Juga :  Disnak NTT Akan Gelar Kontes Sapi Hasil IB

Meski demikian, Presiden SBY mengingatkan semua pihak bahwa kita masih harus bekerja lebih keras, agar makin ke depan negara kita makin maju, aman, adil dan sejahtera. Ia menyebutkan, ditengah banyaknya peluang yang tersedia di tingkat global dan posisi Indonesia yang makin baik ini, saat ini tidak lepas dari berbagai  isu dan ancaman, seperti terorisme, gerakan separatis bersenjata, sengketa perbatasan, ancaman peng-gunaan senjata pemusnah massal, dan kejahatan lintas negara.

Menurut Presiden, TNI sebagai komponen utama pertahanan negara akan menghadapi tantangan yang tidak ringan dan semakin kompleks. Di Asia Timur dan Asia Tenggara misalnya, lanjut Presiden, dirasakan adanya potensi konflik, yang disebabkan oleh benturan kepentingan ataupun rivalitas antara kekuatan-kekuatan besar. Geopolitik dan arsitektur kawasan juga terus berkembang dari masa ke masa.

Modernisasi Alutsista

Dalam acara yang dihadiri oleh Ibu Negara Hj. Ani Bambang Yudhoyono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Panglima TNI Laksamana Agus Suratono, Mensesneg Sudi Silalahi, dan Menteri Pertahanan Purnomo Yosgiantoro itu, Presiden SBY mengemukakan, bahwa selama beberapa waktu yang lalu, karena keterbatasan anggaran, negara hanya mengalokasikan sedikit sumber daya bagi anggaran pertahanan. Aki-batnya postur pertahanan negara kita berada pada tingkat yang kurang memadai.

Namun seiring dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang semakin baik saat ini, menjadi negara dengan perekonomian terbesar di Asia Tenggara, dan bahkan nomor 16 di dunia, menurut Presiden SBY, pemerintah telah dapat mengalokasikan porsi anggaran nasional yang lebih besar untuk kepentingan pertahanan dan keamanan kita.

“Oleh karena itu, pada kurun waktu 5 tahun ini kita melaksanakan pembangunan kekuatan dan modernisasi alutsista (alat utama sistem persenjataan) secara sangat signifikan,” papar Presiden SBY.

Baca Juga :  Pekerjaan Bandara DC Saudale sudah 60 persen

Presiden menyebutkan, tujuan utama modernisasi alutsista yang kita lakukan semata-mata adalah untuk mengemban tugas-tugas negara, yaitu tegaknya kedaulatan dan keutuhan wilayah Indonesia. Ia menegaskan,  benar bangsa Indonesia cinta damai, tetapi kedaulatan dan keutuhan wilayah tidak akan pernah bisa ditawar.

Postur militer dan kepolisian yang kita bangun dan tingkatkan itu, lanjut Presiden SBY, dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan Indonesia dalam melindungi perbatasan; untuk melawan ancaman transnasional; serta untuk meningkatkan kontribusi kita dalam operasi pemeliharaan perdamaian di seluruh dunia.

“Melalui modernisasi alutsista kita juga menjadi lebih siap, baik dalam melakukan operasi militer selain perang, maupun untuk melakukan berbagai operasi pertahanan dan keamanan,” ungkap Presiden SBY.

Seiring dengan modernisasi alutsista yang sedang dilaksanakan utamanya di jajaran TNI itu, Presiden SBY menyebutkan, saat ini  diperlukan perwira-perwira muda yang handal, untuk mengawaki berbagai alutsista modern, yang telah dan akan segera kita miliki.

“Persiapkan diri kalian baik-baik, dan asahlah terus penge-tahuan dan kemampuan kalian, agar bisa mengemban tugas-tugas yang penting ini,” pesan Presiden SBY.

Pelantikan Perwira TNI-Polri 2013 ini diikuti oleh 735 perwira yang terdiri atas 285 perwira Polri, 238 perwira TNI-AD, 105 perwira TNI AL, 108 perwira TNI AU, dan sisasanya 285 perwira remaja Polri.

Hadir juga dalam kesempatan itu seluruh kepala Staf TNI, Kapolri Jendral Timur Pradopo, Gubernur Jatim Soekarwo, dan para orang tua para perwira yang dilantik. (Sumber: Setkab.go.id)

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button