Home / Sport / Raskin 2012 Desa Naiola Kandas, Warga Mengadu Kades

Raskin 2012 Desa Naiola Kandas, Warga Mengadu Kades

Bagikan Halaman ini

Share Button

Beras-Raskin
Moral-politik.com. Kepala Desa Naiola, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Yakobus Nitjae mengaku, masyarakat di desanya mengadu karena lambannya pembagian beras raskin  periode ke-2 tahun 2012 dari Pemerintah Kabupaten TTU yang hingga akhir Juli ini pun belum di realisasikan.

Nitjae yang dihubungi per telpon tadi pagi menjelaskan, sesuai jadwal, realisasi raskin bagi rumah tangga sasaran (RTS) di Desa Naiola, sudah harus dilakukan pada Desember 2012 lalu. Tapi sayangnya, sampai akhir Juli ini beras raskin untuk masyarakat di desanya belum ada resalisasi. Karena itu, maka warga RTS di desa Naiola terpaksa mengadu ke pihkanya selaku Kades Naiola dan meminta kejelasan soal realisasi Raskin periode dua tahun 2012 lalu tersebut.

Dia menjelaskan penyerahan kartu Raskin oleh Pemkab TTU melalui Pos dan Giro Cabang Kefamenanu sudah dilakukan ke Pemerintah Desa (Pemdas) Naiola sejak Juni 2012 lalu. Sesuai aturan, Raskin periode dua tersebut berlaku untuk bulan Juli hingga Desember 2012.

“Pihak Pos dan Giro Cabang Kefamenanu
sudah menyerahkan kartu Raskin ke Pemdes Naiola sejak Juni 2012 lalu, namun
hingga Juli 2013 ini, realisasi raskin belum juga dilakukan,” ungkapnya.

Dia mengaku, total RTS penerima Raskin di Desa Naiola yang saat ini memiliki kartu Raskin sebanyak 156 RTS dimana masing-masing sesuai jatah harus menerima 15 kg/kk/bulan.

Selain itu, dia juga mengaku, pihaknya sempat mempertanyakan hal tersebut ke Pos dan Giro Kefamenanu. Namun, pihak Pos dan Giro Cabang Kefamenanu justru memberikan alasan kalau pihaknya hanya sebagai penyalur kartu raskin saja dan tidak tahu menahu soal realisasi raskin bagi warga.

“Biasanya, Dolog yang menyalurkan Raskin sesuai perintah Pemkab TTU, kami hanya sebagai penyalur kartu Raskin  saja,” ujar Yakobus Nitsae menirukan jawaban dari Kepala Pos dan Giro cabang Kefamenanu.
“Kartu Raskin periode dua, tahun 2012 bagi warga Desa Naiola sampai saat ini masih kita simpan. Hal ini demi kenyamanan karena jika langsung diserahkan kepada warga maka dipastikan akan ada peluang besar kartu raskin tersebut justru hilang atau dirusak warga,” jelas Yakobus.

Baca Juga :  Anggota Poktan Garuda Merasa Diabaikan

Menurut dia, Pemdes Naiola baru akan menyerahkan kartu Raskin tersebut apabila pendropingan raskin dari Dolog ke Desa Naiola sudah dilakukan.

“Kita akan langsung menyerahkan kartu Raskin kepada warga sasaran jika Raskin sudah turun ke Desa Naiola. Dengan demikian, maka warga akan langsung mengambil beras miliknya,” jelas Yakobus tegas. (amy)

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button