Home / Sport / Ribuan Umat Stella Maris Atapupu Arak Bunda Maria Lewat Laut

Ribuan Umat Stella Maris Atapupu Arak Bunda Maria Lewat Laut

Bagikan Halaman ini

Share Button

4

 ilustrasi: pelabuhan laut atapupu

 

Moral-politik.com. Ada banyak cara meningkatkan iman umat. Cara lasim yang sering dilakukan umat yakni berdoa pribadi, lingkungan dan melakukan perayaan ekaristi kudus bersama.

Perarakan juga adalah cara lain yang kerap dipilih umat Katolik. Karena dengan perarakan umat diajak untuk terlibat secara langsung untuk merasakan penderitaan yang telah dialami Yesus dalam menebus janji Bapa terhadap-Nya.

Dengan perarakan umat juga diajak memaknai peristiwa ketika Yesus mengutus para murid-Nya pergi mewartakan sabda-Nya kepada semua mereka yang belum mengenal Allah sebagai jalan keselamatan.

Dalam kerangka semuanya itu,  umat Katolik Roma khususnya di Paroki Stella Maris Atapupu, Keuskupan Atambua diminta untuk lebih meningkatkan devosi kepada Bunda Maria lewat perarakan Patung Bunda Maria. Satu-satunya alasan fundamental menghormati Bunda Maria adalah melaluinya Yesus dilahirkan ke dunia.

Butiran-butiran perspektif di atas sebagaimana disampaikan oleh Romo Paroki Stella Maris Atapupu, RD. Maxi Alo Bria ketika ditemui di sela-sela persiapan perarakan menuju Kelompok Umat Basis (KUB) Gurita, Senin sore (29/7).

Dijelaskannya, tujuan diadakannya Perarakan Patung Bunda Maria adalah untuk meningkatkan kerinduan iman umat Katolik di Paroki Stella Maris Atapupu, demi mereka semakin giat berdevosi kepada Bunda Maria, sekaligus mengajak umat untuk mendekatkan diri pada gereja. Sebab ada kecenderungan umat hampir semakin menjauh gereja.

“Ini untuk menjawab semua kerinduan umat dalam berdevosi. Gereja di Keuskupan Atambua kembali terpanggil dalam menggiatkan kembali devosi kepada Bunda Maria. Selama ini umat haus akan devosi. Memang selama ini semua umat giat devosi. Tetapi umat melakukannya itu tidak secara bersama-sama. Maka gereja mengambil cara ini agar semua umat bersama-sama dapat melakukan devosi!” tandasnya.

Baca Juga :  Anton Timo: Pemerintah Tak Perlu Malu Rumah Rakyatnya Sangat Sederhana Sekali

Ditanya apa tema perarakan, dengan penuh iman, Pastor Maxi mengatakan, temanya yakni Maria Teladan Orang Muda dan Keluarga Katolik.

“Perarakan ini dimulai dari tanggal 19 sampai 31 Juli 201. Agendanya: tanggal 19 s/d 22 Juli dari Paroki Atapupu ke Stasi Silawan. Tanggal 22 s/d 24 Juli dari Stasi Silawan ke Stasi Seroja. Tanggal 24 s/d 26 Juli dari Stasi Seroja ke Desa Kenebibi. Tanggal 26 s/d 28 Juli dari Desa Kenebibi ke Fatuketi. Tanggal 28 s/d 30 Juli dari Fatuketi ke Stasi Lakafehan. Tanggal 30 s/d 31 Juli dari Lakafehan ke KUB Gurita. Tanggal 31 Juli dari KUB Gurita ke TPI Abat. Pada pukul 15.30 Wita, Patung Bunda Maria dihantar dari KUB Gurita ke TPI Abat dengan menggunakan perahu motor. Semua umat bersama Pastor Paroki, DPP, Deken, dan Vikjen KA menjemput para pesiarah. Patung bersama semua pesiarah menggunakan perahu. Perahu-perahu nelayan dipakai dalam perarakan lewat laut. Semua umat menanti di TPI Abat dengan menyalakan lilin sambil melambaikan bendera putih kuning. Setelah Patung dan pesiarah tiba, semua berarak menuju gereja untuk menutup semua rangkaian perayaan dengan ekaristi meriah yang dipimpin Vikjen bersama ratusan imam,” bebernya. (Felix)

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button