Home / Pena_VJB / Rokok “Dilarang”, Baru Paruh Tahun Sumbang Rp 50,5 T ke Negara

Rokok “Dilarang”, Baru Paruh Tahun Sumbang Rp 50,5 T ke Negara

Bagikan Halaman ini

Share Button

31

 

Moral-politik.com. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) mencatat penerimaan cukai sudah melebihi 50% pada semester pertama tahun 2013 atau sebesar Rp 52,6 triliun. Sebanyak 96% dari capaian itu berasal dari cukai rokok yang nilainya mencapai Rp 50,5 triliun. Realisasi ini sudah penuhi 30% total target penerimaan direktorat ini yaitu sebesar Rp 153,2 triliun hingga akhir tahun.

Direktur Penerimaan dan Peraturan Kepabeanan dan Cukai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Susiwijono Moegiarso menyebutkan penerimaan Cukai sampai dengan 28 Juni 2013 sebesar Rp 52,6 triliun atau 50,24% dari target tahunan Bea Masuk APBN-P 2013 sebesar Rp 104,7 triliun. Realisasi penerimaan cukai tersebut senilai 102,4% dari target proporsional sampai dengan 28 Juni 2013 yang sebesar Rp 51,3 triliun.

“Dibandingkan dengan capaian periode yang sama pada tahun 2012 terjadi kenaikan sebesar 18%,” ujar Susi dalam siaran pers yang dikutip detikFinance, Minggu (7/7/2013).

Susi memaparkan komposisi penerimaan cukai tersebut 96,06% berasal dari cukai hasil tembakau (HT) atau rokok yang nilainya sekitar Rp 50,5 triliun, 3,76% Cukai Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) yang nilainya sekitar Rp 2 triliun dan 0,15% dari Cukai Etil Alkohol (EA) yang nilainya sekitar Rp 100 miliar.

“Faktor utama yang paling memengaruhi penerimaan cukai HT adalah volume produksi rokok, yang pada tahun 2013 ini diperkirakan akan sangat tinggi yaitu melebihi 340 miliar batang SKM, SPM, dan SKT,” jelasnya.

Menurut Susi, tarif cukai rokok berdasarkan PMK 179/PMK.011/2012 tgl. 12 Nov 2012, dengan rata-rata kenaikan sebesar 8,5% dibandingkan tahun 2012, yang mulai berlaku 25 Desember 2012.

“Melihat kecenderungan peningkatan volume produksi HT dan kenaikan tarif cukai HT pada tahun 2013 ini, diperkirakan Target Penerimaan Cukai APBN-P 2013 sebesar Rp 104,7 triliun optimis terlampaui,” tandasnya.

Baca Juga :  Dua Anggota Polisi, Terduga Penembak Nelayan Diperiksa Polda NTT

Ditambahkan, berdasarkan data tersebut, realisasi penerimaan bea masuk per semester I 2013 sebesar Rp 14,4 triliun atau 46,8% dari target APBN-P 2013 sebesar Rp 30,8 triliun. Sementara, penerimaan bea keluar baru 39,3% dari target Rp 17,6 triliun atau senilai Rp 7 triliun. Hal ini karena adanya penurunan harga internasional atas komoditi ekspor utama yang wajib kena bea keluar, yaitu CPO & Turunan CPO dan Bijih Mineral.

Dengan demikian, pada semester pertama tahun ini Ditjen Bea Cukai telah menyetorkan Rp 74 triliun untuk penerimaan negara atau 48,3% dari target penerimaan kepabeanan dan cukai dala APBN-P 2013 sebesar Rp 153,2 triliun. (Sumber: detik.com)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button