Home / Sport / Rote Ndao: Balita dan PNS Peroleh BLSM

Rote Ndao: Balita dan PNS Peroleh BLSM

Bagikan Halaman ini

Share Button

 

 

15

foto: ilustrasi

 

Moral-politik.com. Sejumlah warga di Kecamatan Rote Timur mendatangi Kantor Camat Rote Timur untuk mempertanyakan alasan tak seluruh warga yang kurang mampu di wilayah itu peroleh Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang disalurkan pemerintah pusat melalui kantor pos dan giro, sebagai kompensasi atas kebijakan pemerintah pusat mengurangi subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM).

Salah seorang warga Kelurahan Londalusi, Kecamatan Rote Timur, Eward Taik yang ditemui wartawan di Kantor Pos dan Giro Londalusi, Selasa (9/7) siang mempertanyakan alasan tidak seluruh warga di wilayah itu mendapatkan BLSM.

Padahal, kata dia, warga yang terkategori miskin di wilayah tersebut bukan hanya berjumlah 1.688 Rumah Tangga Sasaran (RTS).

“Kami datang kesini untuk mengetahui secara jelas kriteria pembagian BLSM,” katanya.

Kepada wartawan, dia mengatakan pihaknya mempertanyakan hal itu sebab selain warga miskin yang mendapatkan BLSM juga terdapat warga yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS) menerima dana itu.

“Yang terdaftar sebagai penerima BLSM ini tidak hanya orang yang tidak mampu tetapi ada yang berstatus sebagai PNS!” katanya.

Penyimpangan lain yang terjadi dalam penyaluran BLSM di wilayah itu, ungkapnya, selain ada PNS yang terima BLSM, pasalnya ada penerima yang tergolong masih balita justru mendapatkan bantuan itu.

“Ada juga bayi yang baru lahir dan berusia sekitar tiga bulan yang terima BLSM. Ini sangat membingungkan kami. Masih banyak rumah tangga miskin yang hidupnya jauh dari layak tetapi tidak menerima bantuan tersebut. Kami butuh kriteria yang jelas dalampenyaluran dana ini dan pemerintah jangan tebang pilih,” katanya.

Ditambahkannya, sebelum mendatangi kantor pos dan giro, pihaknya mendapat informasi dari Lurah Londalusi, J.N.Nalenan, SE yang menyatakan bahwa data penerima BLSM  menggunakan data penerima beras raskin.

Baca Juga :  Banyak Sekolah Kesehatan di NTT Tidak Kantongi Ijin

“Apa yang disampaikan Pak Lurah berbeda dengan yang terjadi di lapangan saat pembagian BLSM. Kami juga sudah kumpulkan KTP atas permintaan Pak Lurah katanya atas perintah pak Bupati yang menjanjikan akan memberikan bantuan kepada warga yang tidak terima BLSM,” katanya.

Sedangkan Lurah Londalusi, J.N.Nalenan, SE yang ditemui di kediamannya, Selasa (9/6)  membenarkan bahwa dirinya baru menerima sejumlah foto kopi KTP milik warga yang tidak terdaftar sebagai penerima BLSM.

“Saya minta warga kumpulkan KTP atas perintah Pak Bupati untuk mengantisipasi gejolak dari warga yang tidak terdaftar sebagai Penerima BLSM. Saya terima saja KTP mereka hanya untuk menenangkan situasi,” terangnya.

Ditambahkannya, sesuai informasi yang diperolehnya, penentuan data penerima BLSM berdasarkan data yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik.

“Kalau mekanismenya, penerima BLSM berdasarkan data hasil pendataan yang dilakukan BPS. Kami di kelurahan hanya bertugas memberitahukan kepada penerima BLSM untuk mengambilnya saja,” katanya.

Sedangkan Bupati Rote Ndao, Drs.Leonard Haning, MM saat melantik pejabat eselon dua, tiga dan empat serta kepala desa di Kantor Bupati Rote Ndao, Rabu (10/7) meminta pihak Kantor Pos dan Giro untuk menghentikan pembagian BLSM.(lima)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button