Home / Sport / Rote Ndao: BNN Gelar Advokasi Kebijakan Pemerintah

Rote Ndao: BNN Gelar Advokasi Kebijakan Pemerintah

Bagikan Halaman ini

Share Button

7

 

Moral-politik.com. Untuk pencegahan penggunaan Narkotika dan Bahan Aditif (Narkoba) lainnya oleh Pegawai Negeri Sipil maupun warga umumnya, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Rote Ndao menggelar kegiatan Advokasi tentang implementasi Inpres No 12 tahun 2011 bagi PNS, berangsung di Aula Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Rote Ndao, Kamis (4/7).

Pantauan wartawan, hadir dalam kegiatan yang dibuka langsung kepala BNN Rote Ndao, Mutsuhitu Ngulu tersebut adalah  Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Rote Ndao, Hanok Ndun, KTU BNN Rote Ndao, Jodian Suki serta sejumlah PNS asal sejumlah SKPD di lingkup Pemkab Rote Ndao.

Kepala BNN Rote Ndao, Mutsuhitu Ngulu saat membuka kegiatan itu mengatakan, penanggulan terhadap penggunaan Narkoba maupun pencegahan atas masuknya narkoba di Rote Ndao bukan saja menjadi tanggungjawab pihaknya melainkan tanggungjawab seluruh pihak.

Menurutnya, bahaya narkoba saat ini sudah semakin membahayakan sehingga diperlukan kepedulian seluruh pihak untuk mensosialisasikan hal itu ke seluruh komponen masyarakat agar tak menggunakan zat berbahaya itu.

Selain itu, seluruh pihak juga dihimbaunya agar melaporkan warga yang menggunakan narkoba di lingkungan masing-masing agar secepatnya direhabilitasi.

“Jangan tunggu ditangkap oleh aparat kemanan baru melapor karena akan menjalani proses hukum. Tetapi laporlah kepada kami supaya direhabilitasi!” tandasnya.

Dikatakannya, meski saat ini penggunaan bahan berbahaya tersebut di Kabupaten Rote Ndao belum nampak namun seluruh pihak dihimbaunya agar tetap waspada. Sebab menurutnya, wilayah Rote Ndao sebagai salah satu kawasan wisata dan kerap dijadikan sebagai daerah transit bagi imigran gelap cukup rentan dengan bahaya narkoba.

Sementara penyuluh pada BNN Kabupaten Rote Ndao, Chris Panie pada kesempatan itu mengatakan, fakta menunjukan penggunaan bahan berbahaya tersebut telah membawa sejumlah dampak bagi penggunanya baik kesehatan, sosial maupun ekonomi penggunanya.

Baca Juga :  2 Tahun Hukuman Bagi Hakim Pesta Narkoba

Khusus dampak bagi kesehatan lanjutnya, fakta menunjukan 45 persen pengidap penyakit HIV/AIDS di Indonesia adalah pengguna narkoba yang terinveksi melalui penggunaan jarum suntik.

Sedangkan dampak ekonomi bagi penggunanya adalah, banyak pengguna narkoba jatuh miskin akibat mengkonsumsi zat terlarang itu. Sedangkan dari aspek sosial, fakta menunjukan terdapat sejumlah pengguna yang terisolir dalam pergaulan akibat diketahui menggunakan zat terlarang tersebut.

Pantauan wartawan, dalam kegiatan yang dipandu moderator Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Rote Ndao, Hanok Ndun sejumlah peserta cukup antusias dengan pelaksanaan kegiatan itu.

Sejumlah peserta meminta agar sosialisasi mengenai bahaya narkoba hingga ke seluruh lapisan masyarakat agar proaktif mencegah masuknya narkoba di Kabupaten Rote Ndao.

Sementara Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Rote Ndao, Hanok Ndun yang tampil sebagai moderator dalam kegiatan itu berharap agar BNN tetap menjadi Badan Narkotika Nasional bukan Bandar Narkoba Nasional.

Selain itu seluruh peserta diharapkannya supaya proaktif untuk mensosialisasikan bahaya narkoba ke seluruh warga.(lima)

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button