Home / Sport / Rote Ndao: Jelang Pilkada, Pemimpin Agama Keluarkan Seruan

Rote Ndao: Jelang Pilkada, Pemimpin Agama Keluarkan Seruan

Bagikan Halaman ini

Share Button

4

foto: ilustrasi

 

Moral-politik.com. Menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah Kabupaten Rote Ndao, 5 Agustus 2013 mendatang, pemimpin agama di Kabupaten Rote Ndao mengeluarkan seruan moral.

Seruan moral yang dikeluarkan para pemimpin agama tersebut dihasilkan dalam rapat yang difasilitasi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rote Ndao di Aula Kantor Kemenag Rote Ndao, Sabtu (6/7) siang.

Pertemuan tersebut dihadiri Bupati Rote Ndao yang diwakili Asisten satu Setda Kabupaten Rote Ndao, Drs.Origenes Boeky, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rote Ndao, Mikhael Pah, S.Ip bersama sejumlah pimpinan agama di lingkup Pemkab Rote Ndao.

Berdasar rilis yang diperoleh wartawan dari Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rote Ndao, Mikhael Pah, S.Ip dalam pertemuan itu telah dihasilkan tujuh point seruan.

Ketujuh point seruan tersebut diantaranya, para pemimpin umat beragama dihimbau agar menghindari pemanfaatan mimbar agama sebagai sarana kampanye terselubung bagi paket tertentu, menghindari menjadi anggota maupun tim sukses paket tertentu, menghindari pembuatan pernyataan baik lisan maupun tertulis melalui media massa sebagai bentuk dukungan kepada paket tertentu dengan mengatasnamakan Tuhan atau agama tertentu.

Selain itu, para pemimpin agama di Kabupaten Rote Ndao diserukan bersikap netral bagi semua paket, berdoa bagi semua paket, memiliki jiwa menasihati sebagai bentuk pengontrolan moral bagi semua komponen serta menjaga kewibawaan sebagai imam.

Selain menyerukan kepada para pemimpin agama, dalam pertemua para pemimpin agama juga menyerukan kepada pemilih di Rote Ndao agar memilih peimpin yang takut akan Allah, pilih pemimpin yang cerdas emosional, intelektual dan spiritual.

Di samping itu, pemilih diminta memilih pemimpin yang bebas korupsi, kolusi dan nepotisme, memilih pemimpin yang konsisten. Selain itu warga juga diingatkan agar memilih pemimpin yang tidak lakukan politik uang dan kampanye negatif lainnya.

Baca Juga :  Kejagung Pastikan Eksekusi Bupati Aru

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rote Ndao, Mikhael Pah, S.Ip yang dikonfirmasi soal tujuan pelaksanaan kegiatan itu mengatakan, rapat yang digelar tersebut dilakukan agar pemilukada mendatang berlangsung aman dan damai.

“Masyarakat Rote Ndao hendaknya menjatuhkan pilihan politiknya pada calon yang memiliki integritas yang baik, bebas KKN, tidak tampil arogan dalam periode kepemimpinannya!” tandas Mikhael.

Dikatakan Mikhael, isu praktek Korupsi, Kolusi dan Nepotisem (KKN) yang merebak di tengah masyarakat perlu dijadikan sebagai acuan dalam memilih pemimpinnya. Menurutnya, KKN akan sulit dibasmi karena merupakan implikasi langsung dari praktek balas jasa dari persekongkolan politik selama proses pemilukada berlangsung.

“Arogansi kekuasaan saat ini terlihat begitu terang benderang di depan aparatur pemerintahan, belum lagi praktek selingkuh yang menjadi pemicu tingginya perceraian di Rote Ndao perlu mendapat perhatian serius dari masyarakat,” tegasnya.

Persoalan-persoalan yang terjadi tersebut, kata Mikhael menunjukkan lemahnya komitmen moral pemimpinnya untuk mengajarkan perilaku hidup sehat sosial kepada bawahannya.

“Hal ini sebetulnya memperlihatkan kepada kita bahwa pemerintah dan pimpinan belum dapat berbuat banyak untuk pembangunan kesejahteraan masyarakatnya. Pemimpin yang layak untuk Rote Ndao adalah yang tidak suka berbohong,” katanya.(lima)

 

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button