Home / Sport / Rote Ndao: Juni Berlalu, Nasib Tenaga Honda Buram

Rote Ndao: Juni Berlalu, Nasib Tenaga Honda Buram

Bagikan Halaman ini

Share Button

5

 

Moral-politik.com. Nasib tenaga honorer daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dari hari ke hari tak kunjung jelas. Padahal Pemkab Rote Ndao melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao, Alfred H.J.Zakarias beberapa waktu lalu menjanjikan akan menuntaskan persoalan tenaga honda hingga Juni 2013.

Namun meski bulan Juni yang dijanjikan itu telah berlalu, hingga saat ini nasib para tenaga honorer tersebut tak kunjung terselesaikan,bahkan terkesan janji tersebut hanya untuk menjinakkan para wakil rakyat di gedung DPRD Kabupaten Rote Ndao.

Sejumlah tenaga honorer yang berhasil dikonfirmasi wartawan di Kantor Bupati Rote Ndao, Kamis (11/7) mengaku kecewa dengan janji pemerintah yang tak terpenuhi itu.

“Janji Pak Sekda saat rapat dengan dewan pada bulan April 2013 lalu untuk menuntaskan persoalan kami hingga bulan Juni sampai saat ini belum terlaksana,” ujar salah seorang tenaga honda di lantai satu kantor Bupati Rote Ndao, Kamis (11/7) kemarin.

Padahal kata dia, semenjak rapat tersebut, pihaknya telah mengumpulkan sejumlah dokumen pendukung untuk penuntasan masalah yang membelit mereka.

“Kami merasa ditipu oleh pemerintah,” ungkap tenaga honda yang mengaku telah mengabdi sejak tahun 2005 itu.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu 50 tenaga honda di lingkup Pemkab Rote Ndao menduduki gedung DPRD Kabupaten Rote Ndao karena tidak terakomodir dalam database tahun 2013, padahal mereka sudah memenuhi kriteria untuk lolos data base tahun 2013.

Saat menerima tenaga honda tersebut, sejumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Rote Ndao memberikan ultimatum ke Pemerintah Kabupaten Rote Ndao agar segera menuntaskan persoalan tenaga honorer daerah (honda) yang belum masuk database.

Anggota DPRD Kabupaten Rote, Adrianus Pandie pada kesempatan itu sesalkan kebijakan Pemkab Rote Ndao yang belum menuntaskan persoalan itu. Padahal, kata Pandie, masalah tenaga honorer itu telah berlangsung sejak tiga tahun yang lalu.

Baca Juga :  Berapakah Gaji Pemain Indonesia di Club Timor Leste per Musim?

“Akibat ketidakbecusan pemerintah dalam menangani persoalan ini menyebabkan banyak tenaga honorer tidak masuk data base. Pemerintah harus bertangungjawab, sudah saatnya menuntaskan persoalan ini, bukanya baru mencari solusi atau hanya sekedar berjanji!” tegasnya.

Menurut Pandie, persoalan itu telah berlangsung tiga tahun, namun pihaknya menyayangkan sikap Pemkab Rote Ndao yang terkesan ugal-ugalan dan tak becus dalam menyikapi permasalahan itu.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao,  Drs.Alfred Zakarias mengatakan, pihaknya akan bersama DPRD dan tenaga honorer untuk menuntaskan hal ini.

Bahkan, Zakarias juga berjanji dan memastikan persoalan itu akan tuntas pada bulan Juni mendatang. Pada kesempatan itu, pihaknya meminta para tenaga honorer supaya terus proaktif  untuk mengumpulkan kembali dokumen guna pengurusan ke BKN Pusat.

“Yang jelas bulan Juni nanti, kami akan upayakan semuanya sudah beres!” katanya. (lima)

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button