Home / Pena_VJB / Rote Ndao: Kabinet Bupati Banyak Tersangka Korupsi

Rote Ndao: Kabinet Bupati Banyak Tersangka Korupsi

Bagikan Halaman ini

Share Button

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

 

Moral-politik.com. Penetapan sejumlah pejabat pada kabinet pemerintahan Bupati Rote Ndao, Drs. Leonard Haning, MM berstatus sebagai tersangka kasus korupsi oleh Kejaksaan Negeri Ba’a, cukup mencengangkan khalayak di Kabupaten Rote Ndao.

Betapa tidak, sejumlah pejabat yang menduduki jabatan strategis di lingkup Pemkab Rote Ndao menyandang predikat sebagai tersangka kasus korupsi.

Sejumlah pejabat yang tersangkut kasus korupsi dan telah ditetapkan sebagai tersangka diantaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao, Drs.Alfred H.J.Zakarias, M.Si ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi Proyek Winguard Tahun Anggaran 2005 lalu, yang diduga menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 500 juta.

Sementara Asisten III Setda Kabupaten Rote Ndao, Drs. Hendrich Mesang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Translok Istua TA.2011 lalu dengan pagu anggaran senilai Rp3,8 Miliar.

Sedangkan kepala Dinas Sosial Kabupaten Rote Ndao, Franky Haning yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten Rote Ndao, pernah mendekam di Lembaga Pemasyarakatan Penfui Kupang sebagai terpidana dalam kasus dugaan korupsi proyek meubeler.

Untuk diketahui, Kejaksaan Negeri Ba’a menetapkan mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Rote Ndao, Drs.Alfred H.J.Zakarias, M.Si yang saat ini menjabat sebagai Sekeretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek winguard.

Hal ini dikemukakan Kepala Kejaksaan Negeri Ba’a, I Gde Ngurah Sriada, SH, MH kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu (10/7).

Menurutnya, penetapan tersangka kepada Drs.Alfred H.J. Zakarias, M.Si setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap puluhan saksi dalam kasus tersebut.

“Kami juga sudah lakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan kami sudah memiliki cukup bukti. Sehingga kami telah menetapkan satu orang tersangka atas nama Alfred H.J. Zakarias yang saat itu menjabat sebagai Kasatker,” kata Sriada.

Baca Juga :  Fraksi Hanura Nilai Komitmen Paket Frenly Lemah

Sementara mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Rote Ndao, Drs.Hengky Mesang yang telah dilantik menjadi Asisten III Setda Kabupaten Rote Ndao, lanjutnya, ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Transmigrasi Lokal (Translok) Istua di Desa Kuli, Kecamatan Lobalain, Tahun Anggaran 2011 lalu.

Selain menetapkan Drs.Hengky Mesang selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) dalam proyek itu, pihaknya juga menetapkan Penjabat Pembuat Komitmen (PPK). Penetapan kedua tersangka dilakukan setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang diduga terlibat dalam proyek senilai Rp3,8 Miliar tersebut.

“Kami sudah menetapkan tersangka dalam kasus ini yakni KPA dan PPK. Sementara kontraktornya berstatus sebagai calon tersangka,” ujarnya. (lima)

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button