Home / Sport / Rote Ndao: Persoalan Sengketa Tanah Sanggat Tinggi

Rote Ndao: Persoalan Sengketa Tanah Sanggat Tinggi

Bagikan Halaman ini

Share Button

8foto: ilustrasi

 

Moral politik.com. Perkara sengketa tanah di Kabupaten Rote Ndao dari tahun ke tahun alami peningkatan yang sangat signifikan. Hal ini disebabkan karena kepemilikan sertifikat tanah belum menjangkau seluruh wilayah.

Demikian disampaikan Ketua Pengadilan Negeri Ba’a, Try Hastono, SH, MH saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (2/7).

“Masalah sengketa tanah secara informalnya sangat banyak. Ini disebabkan karena administrasi tanah yang masih lemah,” katanya.

Minimnya kepemilikan administrasi berupa sertifikasi kepemilikan lahan oleh Badan Pertanahan Nasional, kata mantan Wakil Ketua PN Rote Ndao ini, menyebabkan pertikaian akibat kepemilikan lahan tak dapat dihindari.

“Hal yang paling penting adalah administrasi atas tanah. Semestinya mulai dilakukan pembenahan dari tingkat RT, Desa dan Kelurahan. Hal ini dimaksudkan agar lebih mudah saat dilakukan identifikasi atas kepemilikan lahan, sebab perkara tanah yang kami tangani selama ini kebanyakan terkendala dengan bukti administrasi kepemilikan lahan,” terangnya.

Meminimalisir persoalan itu, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao bersama BPN Rote Ndao diingatkannya supaya saling berkoordinasi untuk pembuatan administrasi tanah milik warga.

“Kami menghimbau BPN dan Pemda supaya terus dilakukan Proyek Nasional (Prona) sertifikat tanah,” terangnya.

Sesuai informasi yang berhasil dihimpun pihaknya, hingga saat ini diperkirakan baru 25 persen lahan yang ada di Kabupaten Rote Ndao memiliki sertifikat dan perkara yang dibawa ke Pengadilan baru sekitar 10 persen dilengkapi bukti kepemilikan lahan berupa sertifikat. (lima)

Baca Juga :  Penyidik tahu, DA sakit beneran atau tidak

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button