Home / Sport / Rote Ndao: Proses Tender Proyek Akan Gunakan LPSE

Rote Ndao: Proses Tender Proyek Akan Gunakan LPSE

Bagikan Halaman ini

Share Button

9

 

Moral-politik.com. Dengan  lounching Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), kedepannya pelaksanaan proses tender pengadaan barang dan jasa di Kabupaten Rote Ndao  dilakukan melalui sistem online.

Hal ini disampaikan Deputi Bidang Monitoring, Evaluasi dan Pengembangan Sistem Informasi LKPP, Agus saat launching dan sosialisasi Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) yang berlangsung di lantai dua ruang kerja Bupati Rote Ndao, Drs Leonard Haning, akhir pekan kemarin.

Dikatakannya, proses tender yang dilakukan melalui layanan pengadaan secara elektronik menjadi lebih efisien dan efektif.

“Proses ini bisa meningkatkan efisiensi, efektifitas dan transparansi serta akuntabilitas dalam pembelanjaan keuangan negara atau daerah. Sehingga tidak mungkin lagi terjadi kebocoran keuangan. Karena di sana akan terjadi persaingan sehat anatara para rekanan penyedia barang dan jasa,” terangnya.

Sementara itu Bupati Rote Ndao, Leonard Haning mengatakan, dengan adanya LPSE diharapkan para penggunanya tidak lagi berpikiran negatif, sebab semuanya sudah berjalan sesuai dengan regulasi melalui perangkat IT.

Dikatakannya, pelaksanaan lounching LPSE dilakukan dengan tujuan untuk memberikan informasi secara luas kepada masyarakat tentang Layanan Pengadaan secara elektronik (LPSE) di Kabupaten Rote Ndao.

Sebelumnya, anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, Anwar Kia  mengatakan pelaksanaan proses tender yang masih menggunakan pola lama dan tidak menggunakan Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dikuatirkan sarat penyimpangan.

Kepada wartawan, Pemkab Rote Ndao dianggapnya tidak konsisten dengan perencanaan yang ditetapkan. Sebab menurut dia, beberapa waktu lalu Pemkab Rote Ndao menyatakan sejak TA.2013 proses tender dilakukan menggunakan sistem LPSE.

Namun disayangkannya, sesuai informasi yang diperoleh pihaknya, proses tender proyek di lingkup Pemkab Rote Ndao tidak menggunakan sistem online.

Pelaksanaan proses tender yang tidak menggunakan sistem online, kata dia, cukup potensial untuk terjadinya praktek kecurangan. Dengan demikian, kata dia, dugaan praktik pungli yang dilakukan panitia tender pada sejumlah SKPD di lingkup Pemkab Rote Ndao merupakan salah satu dampak lanjutan atas ketidak konsistenan pemerintah.

Baca Juga :  Walikota Minta Dinas PU Patuhi Kesepakatan Dengan DPRD

“Kemungkinan adanya kecurangan dalam proses tender yang tidak menggunakan sistem online sangat besar. Hal ini akibat ketidak konsistenan pemerintah, karena sebelumnya dijanjikan proses tender menggunakan sistem online tetapi nyatanya kan tidak,” katanya.

Proses tender yang tidak dilakukan secara online tersebut, dirinya menduga pemerintah melalui panitia menyiapkan pemenang dalam setiap paket proyek yang ditenderkan.

“Kalau proses tender menggunakan sistem online maka tidak akan ada penyimpangan, tetapi kalau tidak menggunakan sistem online terbuka peluang untuk terjadi kecurangan, dan panitia bisa bermain untuk menangkan rekanan tertentu!” tandasnya. (lima)

 

Pencarian Terkait:

  • lpse rote ndao 2017

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button