Home / Sport / Rote Ndao: Rendahnya Kepatuhan Penjual BBM

Rote Ndao: Rendahnya Kepatuhan Penjual BBM

Bagikan Halaman ini

Share Button

4

 

Moral-politik.com. Tingkat kepatuhan para penjual Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Rote Ndao terhadap keputusan yang dikeluarkan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terbilang memprihatinkan.

Penjualan BBM jenis bensin di Rote Ndao, misalnya, secara defacto melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemkab Rote Ndao, yakni berkisar Rp.8.000 per liter, bahkan hal itu telah berlangsung pasca penetapan kenaikan harga BBM oleh pemerintah pusat.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Rote Ndao,  yang ditemui wartawan di ruang kerjanya, Kamis (4/7) kemarin mengungkapkan, pasca penetapan kenaikan harga BBM oleh pemerintah pusat, telah ditindaklanjuti Pemkab Rote Ndao melalui keputusan Bupati Nomor 282/KPHK/2013 tentang penetapan HET BBM.

Sesuai keputusan Bupati tersebut, lanjut Untung, harga BBM di tingkat APMS meliputi Bensin Rp.6.500 per liter, Solar Rp.5.500 per liter dan Minyak Tanah sebesar Rp.4.000 per liter.

Sementara HET ditingkat pengecer, lanjutnya, untuk di dalam kota Ba’a harga bensin Rp. 7.000, Solar Rp.6.000 dan Minyak Tanah Rp.5.000, sedangkan harga eceran di luar kota Ba’a, bensin Rp.7.500 per liter, Solar Rp.6.500 per liter, dan Minyak Tanah Rp.5.000 per liter.

“Soal penertiban bukan lagi kewenangan kami tetapi menjadi tanggungjawab SKPD lainnya,” kata Untung.

Sementara disinggung soal keluhan para pengecer yang mengeluhkan, harga BBM dinaikan karena volume BBM yang dikeluarkan dari APMS Rote Ndao selalu kurang. Disamping itu, pasokan BBM ke pengecer juga kerap terlambat, bahkan capai satu bulan pasca dilakukan pembayaran ke pihak APMS.(lima)

 

 

Baca Juga :  Kemungkinan Bomber Boston Tak Bisa Dimakamkan di AS

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button