Home / Pena_VJB / Rote Ndao: Tinggalkan Pemimpin Diskriminatif Jika Mau Maju

Rote Ndao: Tinggalkan Pemimpin Diskriminatif Jika Mau Maju

Bagikan Halaman ini

Share Button

2

foto: ilustrasi

 

Moral-politik.com. Kabupaten Rote Ndao akan tetap menyandang predikat sebagai kabupaten terbelakang bila tidak ada niat baik dari para pemimpin untuk melakukan perubahan.

Hal ini disampaikan Tokoh Masyarakat Rote Ndao, Ir. Benyamin Ndaomanu kepada wartawan di Ba’a, Kamis (18/7).

Keterbelakangan Rote Ndao dibanding daerah lainnya di Nusa Tenggara Timur (NTT) maupun Indonesia umumnya, sebut Beny, disebabkan karena pembangunan yang dilaksanakan pemerintah masih timpang.

Keterbelakangan itu, kata Beny, disebabkan karena keterbelakangan mental dari para pemimpinnya yang tidak melaksanakan pembangunan berorientasi kepentingan rakyat.

Hal itu, kata mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Rote Ndao ini, terlihat dalam anggaran yang termuat dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Rote Ndao yang cenderung diskriminatif.

“Dikotomi pembangunan antara Timur dan Barat memang ada. Mari kita lihat dokuman APBD Rote Ndao selama lima tahun terakhir, distribusi anggaran tidak merata. Selama tiga tahun terakhir, pembangunan lebih beratnya ke Rote Bagian Barat, ini kan bentuk pembangunan yang diskriminatif!” tandasnya.

Untuk memajukan Rote Ndao yang lebih baik, warga Rote dihimbaunya agar waspada dalam membuat pilihan politik supaya perlakuan diskriminatif tak lagi terulang kembali.

“Rakyat salah memilih akan membawa kecelakaan bagi rakyat lima tahun kedepannya!” tegasnya.

Menurutnya, pembangunan di Rote Ndao harus mengedepankan asas keadilan dan pemerataan sehingga pemimpin yang terpilih harus memiliki visi dan misi kesetaraan bukan diskriminatif.

“Kita harus memilih pemimpin yang memiliki prinsip Sama Sehat, Sama Sejahtera dan Sama Cerdas!”tandasnya.

Ditambahkannya, ketimpangan pelaksanaan pembangunan yang dilaksanakan selama ini mendorong masyarakat untuk adakan perubahan baik pemimpin maupun pola pembangunan yang dilaksanakan.

“Tak dapat disangkali bahwa selama ini kebijakan pembangunan yang dilaksanakan belum memenuhi unsur pemerataan dan pelayanan masyarakat, dan tak penuhi rasa keadilan. Siapapun yang terpilih agar lakukan perubahan sebab masih banyak hal yang peru mendapat perhatian,” katanya

Baca Juga :  Ormas Tak Boleh "Sweeping" Selama Bulan Ramadhan

Dikatakannya, dari kelima pasangan calon yang akan bertarung nanti, tentu hanya satu yang terpilih. Namun demikian dalam pemilukada mendatang, seluruh pihak diharapkannya memberikan pendidikan politik yang baik dan cerdas kepada masyarakat. (lima)

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button