Home / Sport / “Saya yang Harus Pulang, Saya harus Pertama Tiba Disanoni!”

“Saya yang Harus Pulang, Saya harus Pertama Tiba Disanoni!”

Bagikan Halaman ini

Share Button

Ary Suni

 

Moral-politik.com. “Saya yang harus pulang. Saya sebagai anak sulung yang harus pertama tiba di Sainoni untuk mengatur adik-adik, karena besok adalah hari kematian Bapak.”

Itulah alasan yang diungkapkan Handrianus Suni, contributor Metro TV kepada keluargannya di Atambua,  minggu malam  sebelum kejadian, ketika keluarganya memintanya untuk bermalam di Atambua. Bahkan, kunci motor, sempat disembunyikan. Tapi karena alasan tersebut, keluarga tak mampu menahannya.

Emanuel Anunu mengungkapkan hal tersebut, ketika mewakili keluarga memberikan ucapan terima kasih dalam acara pelepasan jenazah, Selasa (9/7)  usai perayaan missa pelepasan yang dipimpin oleh Pastor Paroki Sasi P. Titus Kian Limnardi, OFM.

Dia menjelaskan, sekitar 2 jam sebelum peristiwa kecelakaan,  Ary sempat bergabung bersama keluarga di Atambua dalam sebuah hajatan kecil. Saat itu, Ary ikut  menari dan menyanyi, bahkan penampilan Ary terutama saat menari sempat membuat keluarga di sana bersedih, karena gaya menari dan yel-yel yang diucapkan Ary ketika menari persis seperti yang biasa dilakukan oleh ayahnya. Karena itu, membuat keluarga mengenang kembali ayahnya, sehingga banyak yang merasa sedih.

Lebih lanjut diuraikan, ketika dia meminta untuk pulang ke Kefa, sebagian keluarganya melarang. Bahkan kunci motor disembunyikan guna menahan niat kepulangannya ke Kefamenanu. Dia tetap ngotot untuk pulang.

“Alasan yang membuat keluarga tidak bisa melarang  Ary pulang ke Kefa adalah untaian kata berikut:  “Saya yang harus pulang! Saya sebagai anak sulung saya yang harus pertama tiba di Sanoni untuk kemudian mengatur adik-adik. Karena besok, 8 Juli adalah hari kematian Bapak!” ungkap Ema Annu, menirukan kembali kata-kata akhir pertemuannya dengan keluarga di Atambua.

Diberitakan kemarin, Kontributor Metro TV di wilayah Kabupaten Timor Tengah Utara dan Belu, Hadrianus Suni, minggu malam sekitar pukul 19.30 Wita menghembuskan napas terakhir di RSUD Atambua, akibat kecelakaan lalu lintas di km 14, Halikelen Kabupaten Belu.

Baca Juga :  3 pejabat di Polres Rote Ndao dimutasikan

Kematian Ary akibat kecelakaan tunggal, dimana Ary yang mengendarai sepeda motornya dari arah Atambua hendak pulang ke Kefamenanu. Persis di km 14 dia menabrak sebuah mobil kicang yang sedang parkir. Korban sempat dilarikan ke RSUD Atambua, namun sekitar pukul 19.30 meninggal dunia. (amy)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button