Home / Pena_VJB / Sengketa Adonara: TNI Ambil Alih Pengamanan!

Sengketa Adonara: TNI Ambil Alih Pengamanan!

Bagikan Halaman ini

Share Button

a        foto: ilustrasi

 

Moral-politik.com. Suasana kamtibmas antara desa Adobala dengan Redon Tena, Kecamatan Klubagolit, Adonara, Kabupaten Flores Timur (Flotim) hari ini, Selasa (2/7) memanas. Pengamanan di daerah itu diambilalih aparat Tentara Nasional Indonesia (TNI).

“Ada resistensi yang cukup kuat terhadap aparat kepolisian, karena itu keamanan di dua desa itu diambil alih aparat TNI,” kata Bupati Flores Timur Yoseph Lagadoni Herin yang dihubungi melalui telpon selularnya, Selasa (2/7).

Herin mengaku sejak pagi tadi dia berada di Waiwerang, Adonara bersama Dandim   Larantuka dan Sekda Flotim, Tonce Matutina.“Kami sebenarnya mau ke Adobala dan Redontena untuk melihat langsung kondisi di sana. Namun karena kondisi di sana dilaporkan masih sangat tegang maka kami membatalkan rencana ke sana,” katanya.

Dia menjelaskan, pengamanan seharusnya menjadi tugas aparat kepolisian, namun karena ada resistensi yang cukup kuat terhadap aparat kepolisian sehingga aparat TNI yang menjaga keamanan di sana.

Resinstensi kuat itu, lanjut Yosni, datang dari masyarakat  Desa Redontena. Masyarakat Redon Tena menilai, polisi berlaku tidak adil padahal sesungguhnya, kenyataan di lapangan aparat menjaid serba salah  antara tugas dan pelanggaran Hak Azasi Manusia.

Untuk diketahui, pada Senin (1/7) petang, seorang warga desa Redon Tena bernama Gilo Lamablawa tewas dibantai warga Adobala di lokasi sengketa. Informasi yang diperoleh dari Adonara menyebutkan, petang itu Gilo Lamabelawa asal desa Lamabelawa Kecamatan Witihama tetapi sudah lama berdomisili di desa Redon Tena datang ke kebun untuk memetik kelapa di kebun yang menjadi lokasi sengketa antar warga kedua desa itu.

Saat sedang memanjat kelapa, dia ditembak di kakinya hingga terjatuh. Saat itu lehernya ditebas hingga putus dan dibiarkan tergeletak di bawah pohon kelapa. Berita itu kemudian menyebar dengan cepat dan membuat warga kedua desa meningkatkan pengamanan desa masing-masing.***(AVI)

Baca Juga :  Akademisi Unika Kupang Pertanyakan Dana Pemeliharaan Kantor Gubernur NTT

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button