Home / Sport / Sengketa Toko Matahari dieksekusi PN Kupang

Sengketa Toko Matahari dieksekusi PN Kupang

Bagikan Halaman ini

Share Button

7

 foto: ilustrasi nama toko

 

Moral-politik.com. Pengadilan Negeri (PN) Klas IA Kupang, Selasa (09/07) akhirnya melakukan eksekusi pembagian harta warisan pada lahan yang di atasnya berdiri Toko Matahari, yang beralamat di Jalan Siliwangi, Kelurahan Lai-lai Besi Koepan (LLBK), Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang.

Eksekusi yang dilakukan PN Kupang tersebut, setelah menindaklanjuti putusan Mahkamah Agung (MA) atas gugatan perkara perdata dengan Nomor: 62/PDT.G/2008/PN.KPG, antara Linda Setiawan Sia Cs selaku pemohon eksekusi, melawan tergugat Matelda Amstrong Cs, dimana dalam perkara ini, Linda Setiawan Cs dinyatakan sebagai pemenang.

Sejauh amatan media ini, proses eksekusi berjalan aman dan lancar, dipimpin langsung Panitera Sekretaris (Pansek) PN Kupang, namun dengan pengawalan puluhan aparat kepolisian dari Polres Kupang Kota.

Turut menyaksikan Lurah LLBK, Jordan Mandala, dan juru ukur dari Badan Pertanahan Negara (BPN) Kota Kupang yang dipimpin Okto Hotty, serta kuasa hukum pemohon, Yohanes Rihi. Pansek PN Kupang, Sulaiman Musu, saat membacakan berita acara eksekusi mengatakan, eksekusi dilakukan untuk melakukan pembagian harta warisan dalam perkara terhadap dua bidang tanah, masing-masing dengan sertifikat hak milik 37 tahun 1990 seluas 563 meter persegi dan Nomor 38 Tahun 1990, seluas 317 meter persegi.

Menurut Sulaiman Musu, eksekusi dilakukan untuk menyerahkan warisan tersebut kepada ahli waris yang berhak atas obyek sengketa.

“Kami lakukan eksekusi terhadap kedua bidang tanah tersebut yang di atasnya terdapat bangunan berupa toko, yang dikenal dengan Toko Matahari, dan di bagian belakang adalah rumah tinggal yang semuanya dalam penguasaan tergugat,” jelas Sulaiman.

Dalam pembagian warisan itu, Linda Setiawan Sia mendapat bagian bidang lahan pertama, diikuti Ema Enggelina Giana Sonbait menempati bidang kedua, sementara Zelig Tjokro Santoso, Josho Tjokro Santoso, dan Zefanya Tjokro Santoso selaku ahli waris Sea Suing, mendapat bagian bidang ketiga. Sementara tergugat Matelda Amstrong mendapat bagian bidang keempat. (Ale)

Baca Juga :  Rehab Embung Toliadanon Bermasalah

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button