Home / Sport / Sidang PTUN: Jeni Sereh, Siswa SMAN 2 Waingapu Absen 112 Hari

Sidang PTUN: Jeni Sereh, Siswa SMAN 2 Waingapu Absen 112 Hari

Bagikan Halaman ini

Share Button

5foto: ilustrasi

 

Moral-politik.com. Sidang perkara gugatan terhadap Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Waingapu, yang dilayangkan Rambu Katrina Ananggia, ibu kandung Jeni Kristiani Sereh, di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Kupang kembali digelar, Jumat (05/07).

Sidang dengan agenda pembacaan surat jawaban tergugat menanggapi gugatan penggugat sebelumnya, dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Anang Suseno Hadi didampingi Pulung Hudoprakoso dan Rahman Hakim.

Kuasa hukum tergugat, Abdul Waha dan Manotona Laia dalam surat jawaban yang dibacakan di persidangan menyatakan, seluruh dalil gugatan penggugat yang diajukan di PTUN Kupang tertanggal 22 Mei 2013 yang terdaftar di bawah register Nomor: 10/G/2013/PTUN.KPG adalah tidak benar dan tidak sesuai fakta dan menyatakan menolak seluruh gugatan penggugat.

Disebutkan, sesuai surat Nomor: 422/42/SMA.2/II/2013, tanggal 23 Februari 2013, perihal pengembalian siswa Jeni Kristiani Sereh kepada orangtua yang dibuat dan ditandatangani oleh kliennya, adalah sudah tepat dan benar dan sesuai dengan prosedur serta tidak bertentangan dengan ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Karena itu, dia meminta surat tersebut haruslah dinyatakan sah dan patut dipertahankan serta mengikat para pihak.

Selain itu, penerbitan surat tersebut telah didasarkan pada berbagai pertimbangan, karena Jeni dinilai telah melanggar pokok-pokok tata tertib sekolah yang telah disepakati bersama orangtua dan komite sekolah.

“Siswa Jeni Sereh telah hamil dan melahirkan anak laki-laki pada Selasa (11/2) di Puskesmas Kambaniru, sehingga yang bersangkutan melanggar Pasal 4 mengenai perbuatan amoral,” sebut Abdul.

Dalam jawaban tergugat, disebutkan juga bahwa Jeni tidak mengikuti KBM selama 112 hari berdasarkan absensi sejak Juli 2012 sampai dengan Februari 2013. “Jeni telah melanggar Pasal 1 mengenai ketertiban waktu KBM terutama angka lima.

Baca Juga :  Stiba Mentari Kupang Segera Terakreditasi

Jeni juga tidak mengikuti ujian praktek pada 11-16 Februari 2013, padahal ujian praktik merupakan bagian syarat kelulusan yang tidak terpisahkan dengan ujian sekolah (US) dan ujian nasional (UN),” ungkap Abdul.

Lebih jauh dijelaskan, Jeni juga tidak mengikuti ujian semester ganjil yang dilaksanakan oleh sekolah, padahal ujian semester tersebut wajib diikuti oleh seluruh siswa. Selain itu, pengembalian siswa bukanlah merupakan keputusan sepihak sebagai kepala sekolah, melainkan keputusan bersama dengan guru-guru SMAN 2 Waingapu dalam rapat penegasan kembali tentang persiapan panitia US/UN tahun pelajaran 2012/2013 dan pembahasan masalah Jeni yang dilaksanakan, Sabtu, 23 Februari 2013.

“Dalam rapat tersebut diputuskan secara bulat untuk mengembalikan siswa Jeni kepada orang tuanya mulai Sabtu, 23 Februari 2013 berdasarkan pertimbangan oleh dewan guru, yakni ketidakhadiran Jeni sangat tinggi, telah melahirkan, tidak mengikuti ujian semester ganjil dan ujian praktek,” sebutnya.

Sementara itu, lanjut Abdul, meskipun pokok-pokok tata tertib siswa SMAN 2 Waingapu tahun pelajaran 2012/2013 merupakan aturan internal siswa SMAN 2 Waingapu dan kedudukannya jauh dibawah undang-undang, namun pembuatan pokok-pokok tata tertib tersebut telah mendapat persetujuan dari komite sekolah sebagai perwakilan dari orang tua siswa serta bertujuan mulia yaitu SMAN 2 Waingapu sebagai wadah pendidikan yang memiliki fungsi mengajar, mendidik dan membentuk siswa menjadi cerdas dan berbudi pekerti, berkpribadian dan berakhlak mulia.

“Pemanggilan kepada Jeni juga sudah dilakukan pihak sekolah sebanyak tiga kali atas ketidakhadirannya mengikuti KBM selama 112 hari. Tidak benar kalau disampaikan hanya dipanggil satu kali. Pemanggilan diwakili oleh guru bimbingan dan konseling (BK) dan wali kelas yang telah mengunjungi rumah orang tua Jeni untuk memperoleh kepastian mengenai ketidakhadiran Jeni selama ini dan diperoleh informasi bahwa Jeni jatuh sakit.

Baca Juga :  Baru 7 Sekolah di Kota Kupang Terapkan Kurikulum 2013

Karena berulang-ulang, maka diminta untuk melampirkan dengan surat keterangan istirahat dari Rumah Sakit Kristen Lindimara Waingapu untuk diberikan istirahat selama 14 hari terhitung 10-24 Maret 2013, akan tetapi Jeni bukan sakit melainkan hamil dan sementara menunggu persalinan,” jelasnya.

Ditambahkan, Jeni juga mengikuti UN program kesetaraan Paket C yang diamini oleh disposisi Wakil Bupati Sumba Timur dan Ombudsman RI Perwakilan NTT, sebagai bukti pemberian kesempatan kepada setiap anak untuk mendapat pendidikan sesuai minat dan bakatnya dan bukan untuk menghambat atau menghalangi serta diskriminasi terhadap anak.

Persidangan perkara ini akan dilanjutkan di PTUN Kupang, Selasa (9/7) mendatang. (Ale)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button