Home / Pena_VJB / Soal Pengelolaan SDA, Walikota Ancam Tarik Semua Aset dari Kabupaten Kupang

Soal Pengelolaan SDA, Walikota Ancam Tarik Semua Aset dari Kabupaten Kupang

Bagikan Halaman ini

Share Button

weee
foto: usai pelantikan

 

Moral-politik.com. Pemerintah Kabupaten Kupang menolak draft kerja sama dengan pemerintah Kota Kupang dalam pengelolaan sumber daya air (SDA) sebanyak 21 titik, yang selama ini dikelola oleh PDAM Kabupaten Kupang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan air PDAM Kabupaten Kupang yang berjumlah di atas 23 ribu pelanggan.

“Pihak Pemerintah Kabupaten telah mengembalikan draft kerja sama yang diajukan dan  tidak mau bekerja sama dalam bagi hasil dari pengelolaan 21 titik air bersih di Kota Kupang. Mereka hanya mau membayar pajak dari air tanah dan tidak bersedia menerima tawaran dari Pemkot yang akan menarik Rp. 1000 dari tiap meter kubik yang dikeluarkan dari sumber air yang ada,” kata Walikota Kupang, Jonas Salean kepada wartawan di Kupang, Rabu (31/07).

Menurutnya, pihak PDAM setiap tahunnya menggunakan air dari 21 titik itu sebanyak 8 juta kubik. Pendapatan yang mereka peroleh dari pelanggan untuk jumlah air digunakan sebanyak Rp. 24 miliar. Namun mereka menolak untuk melakukan kerja sama dengan Pemkot selaku pemilik lahan.

Atas dasar penolakan itu, pihak pemerintah Kota Kupang akan bersurat resmi kepada gubernur  untuk mengambil alih semua aset milik Pemkot Kupang, namun sebelumnya pihak Pemkot masih memberikan toleransi hingga 31 Desember mendatang. Jika dalam rentang itu pihak kabupaten tidak mau bekerja sama maka pemerintah Kota Kupang segera menarik semua aset yang ada secara paksa.

“Setiap usaha yang ada di kota ini harus tunduk kepada aturan yang ada. Jika mereka menolak bekerja sama maka sebagai walikota yang berkuasa di kota ini akan menarik semua aset yang ada,” ujar Jonas Salean. (Nyongky)

 

 

 

Baca Juga :  Dipastikan Tiga Ruangan Kantor Gubernur NTT Hangus Terbakar

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button