Home / Sport / Tahun Ini Pelanggaran Terbanyak Dilakukan Pengendara SPM

Tahun Ini Pelanggaran Terbanyak Dilakukan Pengendara SPM

Bagikan Halaman ini

Share Button

3

 

Moral-politik.com. Selama pelaksanaan Operasi Patuh Turangga 2013, banyak ditemukan pelanggaran yang dilakukan oleh pengendara sepeda motor (SPM).

Pengendara SPM   masih masuk dalam kategori paling banyak melakukan pelanggaran lalu lintas dengan tidak menggunakan helm.  Selain enggan menggunakan helm kebanyakan pengendara tidak melengkapi diri dengan surat-surat kendaraan.

Dir Lantas Polda NTT, Kombes. Pol. Teguh Dwi Warsono, Rabu (31/7)  mengatakan, hasil operasi patuh Turangga selama tahun 2013 paling banyak ditemukan pengendara SPM yang selalu melakukan pelanggaran lau lintas.  Data hasil operasi Patuh Turangga 2013 menunjukkan kalau pelanggaran lalu lintas selama dua pekan pelaksanaan operasi ini cukup meningkat.

Pada operasi Patuh Turangga tahun 2012 tercatat 2.725 kasus pelanggaran lalu lintas namun pada tahun 2013 meningkat menjadi 3.180 kasus. Sanksi lebih banyak berupa teguran sebanyak 1.665 tahun 2013 dan pada tahun 2012 hanya 975.

Pelanggar lalu lintas paling banyak dilakukan karyawan swasta diikuti kalangan mahasiwa/pelajar dan PNS.

“Jenis pelanggaran paling banyak adalah pengendara sepeda motor tidak pakai helm dan kelengkapan surat kendaraan lainnya,” ujarnya.

Teguh membeberkan data pelanggaran lalu lintas yang diikuti dengan penilangan tertinggi berasal dari kalangan pegawai swasta sebanyak 525 tilang, pelajar sebanyak 409 tilang dan PNS sebanyak 248 tilang.

“Kalau total pelanggaran yang terjadi berdasarkan data kami sebanyak 3.180 pelanggaran dengan tilang sebanyak 1.515 tilang. Dari 1.515 tilang yang dikeluarkan, pelanggaran didominasi pengendara tidak menggunakan helm dan tidak membawa SIM dan STNK!” tandas Teguh.

Terkait kasus kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan operasi ini, diakuinya kalau angka kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan.   Dirinya membandingkan angka kecelakaan lalu lintas selama operasi Patuh Turangga tahun 2012 sebanyak 53 kasus namun pada tahun 2013 menurun sebanyak 33 % menjadi 35 kasus kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga :  Tim terpadu periksa kelayakan fasilitas transmigrasi Kualin, TTS

Korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas pun menurun yakni 15 orang pada tahun 2012 menjadi 14 orang pada tahun 2013. Selama operasi Patuh Turangga 2013 pun terdapat korban luka berat 14 orang dibandingkan tahun sebelumnya sebanyak 35 orang.

Demikian pula korban luka ringan menurun hanya 41 orang dibandin tahun 2012 sebanyak 70 orang.
Mayoritas yang melakukan pelanggaran dan terlibat kecelakaan lalu lintas yakni sepeda motor dan mini bus.  Korban kecelakaan lalu lintas pun terbanyak dari kalangan swasta disusul kelompok mahasiswa dan pelajar.

“Kebanyakan penyebab terbanyak kasus kecelakaan lalu lintas ini karena faktor manusia,” ujarnya.

Kepada seluruh masyarakat NTT, orang nomor satu di jajaran Dit Lantas Polda NTT ini meminta agar  mematuhi aturan lalu lintas agar tidak muncul korban baru di jalan.

“Ketaatan pada aturan lalu lintas dapat mencerminkan budaya bahwa warga NTT tertib,” tambahnya.

Untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat mengenai keselamatan berlalu lintas maka pihaknya pun gencar melakukan sosialisasi aturan lalu lintas dan penggunaan helm.

“Mari ciptakan keamanan dan ketertiban serta keselamatan berlalu lintas. Cegah jangan lagi terjadi korban jiwa!” tandasnya. (richo)

 

 

 

 

 

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button