Home / Sport / Tidak Ada Pembangunan Di SMK Pelyaran

Tidak Ada Pembangunan Di SMK Pelyaran

Bagikan Halaman ini

Share Button

Bernadus Kopong Bao 2

Moral-politik.com. Kepala Sekolah Menengah Kejuruan -SMK- Pelayaran Kupang, Bernadus Kopong Bao mengatakan, tidak ada pembangunan di SMK pelayaran. Dia mengatakan ini saat diperiksa sebagai saksi di Pengailan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang, Rabu (17/7). Bernadus Kopong Bao mengatakan hingga saat ini tidak ada bangunan yang dibangunan di area SMK Pelayaran Kota Kupang.

Dia mengatakan, dana dari pusat untuk membangun ruang kelas praktek untuk siswa SMK Pelayaran Kota Kupang sebesar Rp 490 juta itu, tidak pernah digunakan dan tidak pernah diberikan kepada pihak sekolah sebagai penyelenggara untuk pembangunan. Justru dana itu dialihkan ke SMK 7 Kota Kupang.

“Saya selaku kepala sekolah SMK Pelayaran Kota Kupang tidak pernah lihat ada pembangunan di SMK Pelayaran Kota Kupang. Dan saya tidak pernah tahu dana itu kemana seharusnya mereka berikan kepada pihak sekolah sebagai pengelolah,”katanya.

Selain itu, kata dia, dana sebesar Rp 490 juta itu diperuntukan untuk pembangunan ruang praktek siswa dan bangunan baru untuk SMK Pelayaran Kota Kupang. Namun dialihkan ke SMK 7 Kupang. Dana tersebut dikendalikan oleh mantan kepala sekolah SMK Pelayaran Veronika Moy.

Dia menjelaskan dirinya pernah berkonsultasi dengan pihak Dinas PPO Kota Kupang untuk memberikan dana tersebut kepada pihak sekolah. Namun dari pihak Dinas PPO Kota Kupang tidak pernah menggubris hal itu. Justru jawaban yang didapat adalah silakan berkoordinasi dengan mantan kepsek Veronika Moy karena uang itu atas namanya.

Menurutnya hingga saat ini dirinya tidak pernah mengerti alasan apa sehingga dana sebesar Rp 490 juta itu dialihkan ke SMK7 Kupang. Sampai saat ini dirinya tidak mendapatkan jawaban yang pasti dari pihak Dinas PPO Kota Kupang terkait aliran dana tersebut untuk digunakan ke sekolah mana.

Baca Juga :  Kejagung Pastikan Eksekusi Bupati Aru

Sidang dengan agenda pemeriksaan saksi itu dipimpin majelis hakim I Nyoman Somanada, SH didampingi dua hakim anggotanya masing-masing, Hartono, SH dan Khairulludin, SH. Terdakwa Drs. Maxwell Halundaka didampingi kuasa hukumnya, Niko K Lomi, SH, Errik Mamoh, SH dan Egy Djaha, SH. Turut hadir Jaksa Penuntut Umum (JPU), Tedjo Sunarno, SH. (Richo)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button