Home / Sport / Tiga Tahun Polda NTT Tangani Ribuan Kasus Imigran Gelap

Tiga Tahun Polda NTT Tangani Ribuan Kasus Imigran Gelap

Bagikan Halaman ini

Share Button

2

 

 

Moral-politik.com. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT)  menangani ribuan warga negara asing (WNA) yang merupakan imigran gelap dari berbagai negara yang hendak menyeberang ke negara Australia.

Kapolda NTT, Brigjen. Pol.I Ketut Untung Yoga Ana, melalui Kabid Humas Polda NTT, AKBP Octo G. Riwu, Rabu (31/7)  mengatakan, sudah tiga tahun terakhir ini Polda NTT telah menangani ribuan kasus Imigran gelap yang hendak menyebrang ke Australia.

“Dalam tiga tahun terakhir kita (Polda NTT) sudah menangani ribuan imigran yang tidak memiliki kelengkapan dokumen dan hendak ke negara Australia!” tandasnya.

Para imigran ini biasanya kabur dari negaranya dan masuk melalui Malaysia kemudian masuk ke Indonesia. Kebanyakan imigran masuk melalui Surabaya dan Sulawesi kemudian masuk ke wilayah NTT.  Wilayah NTT sendiri sudah menjadi ‘surga’ bagi imigran ini. Hampir setiap bulan aparat keamanan di NTT mengamankan imigran yang hendak ke Pulau Pasir dan menyeberang ke negara Australia.

Australia pun seolah-olah menjadi magnet bagi imigran karena imigran mudah masuk ke negara tersebut.   Untuk menangani kasus imigran gelap ini maka penanganan harus komprehensif  dengan melibatkan semua instansi terkait sehingga berkolaborasi untuk mengambil solusi pencegahan.
Pekan lalu, Kapolda NTT mengikuti pertemuan dengan Menko Polhukam di Jakarta membahas masalah imigran gelap.

Tindak lanjut hasil rapat Menko Polhukam ini maka  dalam rangka penanggulangan people smugling, perlu sinergitas instansi terkait.  Kapolda NTT pun  berkoordinasi dengan gubernur untuk melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) dengan instansi terkait tingkat provinsi NTT untuk terbentuknya SOP dalam penanganan pencegahan, maupun penindakan terhadap imigran gelap.
Rakor ini sedianya digelar dalam waktu dekat pasca lebaran, difasilitasi gubernur dan pemerintah Provinsi NTT.

Baca Juga :  Sekjen FSGI Berencana Gugat Pemerintah ke MK Terkait UN

“Waktu pelaksanaan Rakor dengan seluruh instansi terkait ini ditentukan oleh gubernur NTT,” ujarnya.

Sebelumnya, Polri-AFP Australia telah menandatangani kesepakatan dan MoU di Bali pada tanggal 26 Juni 2013 yang lalu mengenai penanganan imigran gelap.  Polda NTT pun melaksanakan penanganan di lapangan untuk menangani imigran gelap yang masuk ke wilayah NTT dan hendak ke negara Australia.

“Penanganan penanggulangan imigran gelap harus dilakukan secara komperhensif dengan sinergitas seluruh pihak terkait!” tandasnya.
Diakui pula kalau imigran merupakan masalah kemanusiaan sehingga perlu penanganan yang lebih serius. Masalah ini makin rumit karena kebanyakan imigran enggan kembali ke negara asalnya.

“Imigran sudah menjadi masalah internasional. Perlu sinergitas dengan instansi lain yang berkompeten untuk menangani masalah ini,” tambah dia. (richo)

 

 

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button