Home / Sport / TTU: Belum Ada Respon Bupati Terkait Ancaman Rawan Pangan di Faennake

TTU: Belum Ada Respon Bupati Terkait Ancaman Rawan Pangan di Faennake

Bagikan Halaman ini

Share Button

Pangkratius Nule, Sekdes Faennake

Moral-politik.com. Sekretaris Desa Faennake Kecamatan Bikomi Utara, Pankratius Nulle mengaku, hingga saat ini belum ada respon dari Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara terkait pengaduan pihaknya soal ancaman rawan pangan yang akan dialami oleh masyarakat di desa itu.

Nulle yang ditemui di kediamannya kemarin mengatakan,  sejak  pihaknya memasukan laporan sekaligus permohonan pada pemerintah kabupaten, DPRD dan Dinas Sosial pada beberapa waktu lalu, sampai saat ini belum ada respon balik. Kecuali DPRD TTU yang pernah mengirim 1 anggota melakukan kunjungan pemantauan ke desa tersebut.

“Pernah ada yang datang melakukan pantauan ke sini dari DPRD TTU, ada 1 anggota komisi B yang datang ke sini, kebetulan waktu datang saya lagi ikut kegiatan di kecamatan, tapi anggota tersebut ada isi buku tamu sehingga kami tahu,” ungkapnya.

Sementara dari Pemkab atau Dinas Sosial sampai saat ini kita belum tahu tanggapannya seperti apa.

“Mungkin masalah kelaparan belum terjadi, sehingga belum ada tanggapan,” ungkapanya, seraya mengharapkan perhatian guna mencegah apa yang menjadi kekuatirannya.

Diberitakan sebelumnya, Sekdes Faennake ini memastikan, tahun ini masyarakat di desanya akan mengalami rawan pangan. Bahkan, Sekdes Faennake, Pangkratius Nulle memprediksi ketahanan pangan masyarakat di desa tersebut hanya  hingga akhir Agustus.

Menurut dia,  awal September masyarakat  di desa tersebut mulai mengalami rawan pangan. Hal ini, kata dia, disebabkan gagal panen pada musim panen lalu, dimana tanaman pangan utama yaitu padi dan jagung  gagal panen.

Menurut dia, dari 226 KK  yang ada di desanya dengan jumlah jiwa 988 orang, semuanya akan mengalami rawan pangan, kecuali sejumlah KK PNS (PNS guru).

“Ya, KK tani pasti mengalami rawan pangan dan yang bisa bertahan adalah para petani yang memiliki kebun ubi, sementara yang lain tidak tidak ada harapan, kecuali mereka yang punya ternak,” ungkapnya.

Baca Juga :  KH Hafidz Usman Menilai Pemerintah Tak Tegas Tangani Permasalahan Ahmadiyah

Dia menjelaskan, tidak semua petani di desa tersebut memiliki kebun ubi, dan juga ternak.

“Karena itu, kita dari pemerintah desa kuatir pada bulan Oktober ke atas bisa saja kondisinya amat parah,” ungkapnya. (amy)

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button