Home / Pena_VJB / TTU: Kehadiran 2 Dokter Spesialis, Pasien Bersalin Meningkat

TTU: Kehadiran 2 Dokter Spesialis, Pasien Bersalin Meningkat

Bagikan Halaman ini

Share Button

13

 

Moral-politik.com. Jumlah pasien bersalin di Rumah Sakit Umum Daerah  Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) akhir-akhir ini makin meningkat, terutama satu bulan terakhir.

Juwita Naben, Amd. Keb, Kepala Ruang Bersalin RSUD Kefamenanu menjelaskan,  meningkatnya jumlah pasien bersalin ini disebabkan oleh kehadiran dua dokter spesialis yakni ahli  Kebidanan dan Kandungan, serta  Ahli Anestesi yang dikontrak  rumah sakit tersebut.

Padahal, kata  Juwita, pada hari-hari sebelumnya pasien bersalin hanya berkisar  5-10 orang pasien per hari.  Namun hampir sebulan ini jumlahnya meningkat tajam. Ia mencontohkan, hari ini saja Rabu (03/07), jumlah pasien bersalin yang dirawat di ruang Kebidanan RSUD Kefamenanu mencapai 19 orang.

Menurut Juwita, sejak  adanya kedua dokter ahli ini,  pasien tidak pernah kurang dari 10 orang per hari. Bahkan kadang jumlahnya  melebihi 10 orang. Karena itu, ada pasien yang terpaksa pelayanan persalinannya di ruangan UGD.

“Ya, karena ruangannya terbatas, terpaksa dilayani di UGD,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Kefamenanu, dr.  Zakarias Dery Fernandes menjelaskan, dua dokter ahli dikontrak sejak Maret lalu berasal dari RS. Hasan Sadikin Bandung atau Fakultas Kedokteran Pajajaran Bandung. Dengan kehadiran dokter ahli ini, pelayanan di RSUD Kefamenanu, khususnya bidang kebidanan dan kandungan makin maksimal.

Dia menjelaskan, dengan kehadiran para dokter ahli ini, RSUD Kefa sedang melakukan pengembangan pelayanan kebidanan 24 jam.

Selain itu, untuk rawat jalan juga sudah bisa,  karena Poliklinik Kebidanan dan Kandungan sudah kembali berfungsi baik. Begitu pun dengan ruangan operasi siap 24 jam untuk berjaga-jaga bila ada emergency.

Terkait kapasitas ruangan, sebagaimana diberitakan sebelumnya, Direktur RSUD Kefa, dr.  Zakarias Dery Fernandez mengatakan, dalam tahun ini pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 10 M untuk menambah dan memperbaiki sejumlah fasilitas kesehatan. Diantaranya tempat tidur pasien, pengadaan alat kesehatan, termasuk bank darah, juga insentif para dokter spesialis yang dikontrak dalam rangka peningkatan status RSU dari tipe D ke tipe C. (amy)

Baca Juga :  Indonesia Rayakan HUT ke-68, Teuku dan Shireen Gelar Seserahan

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button