Home / Pena_VJB / Wajar Septy Minta KPK Siapkan Ruang Khusus untuk Bercinta

Wajar Septy Minta KPK Siapkan Ruang Khusus untuk Bercinta

Bagikan Halaman ini

Share Button

a

Moral-politik.com. Terkait permintaan Septy, istri Fathanah agar KPK menyiapkan ruangan khusus untuk bercinta bagi para tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang masih diduga melakukan tindak pidana korupsi, saya kira itu merupakan hal yang wajar, sangat-sangat manusia, dan tidak bertentangan dengan Hak Azasi Manusia (HAM) universal maupun nasional.

Sebagai manusia normal, tentu keduanya  punya hasrat  melakukan hubungan intim. Apalagi status hukum suaminya  juga belum jelas apakah terbukti atau tidak melakukan korupsi.

“KPK seharusnya menyiapkan ruangan khusus bagi mereka para tahanan yang sifatnya masih diperiksa untuk pembuktian apakah mereka benar melakukan korupsi atau tidak!”  kata Nico Kaja, warga Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tapi itu buat mereka yang sudah beristri saja, lanjutnya, sedangkan yang masih bujang jangan disiapkan ruang khusus bercinta oleh KPK, karena tidak sesuai dengan budaya  ketimuran, ajaran agama juga kan melarang hubungan sex di luar pernikahan suci.

“Jadi, jika KPK tidak mengizinkan permintaan itu bagi saya sungguh sangat tidak adil. Kecuali jika dia sudah terbukti bersalah dan dihukum itu baru tidak boleh.
Tapi selama semua itu belum terbukti dan masih dugaan, saya rasa mereka masih boleh dipertemukan untuk melampiaskan hasrat-hasratnya sebagai wujud cinta antarmereka,” kritik Nico.

Nico Kaja mengatakan, dirinya menilai permintaan itu merupakan permintaan yang wajar, sangat manusiawi sebagai wanita normal.

“Saya sendiri juga sudah beristri dan tahu bagaimana kebutuhan akan sex itu sangat tinggi. Dan—jika hasrat itu sudah menggebu-gebu—betapa sulitnya dibendung. Terkadang pikiran-pikiran kotor untuk berbuat yang aneh-aneh,” tuturnya, polos.

Jadi menurut saya, gumamnya, KPK seharusnya mempertimbangkan permintaan yang disampaikan Septy. (Nyongky)

Baca Juga :  Belanda Minta Maaf Atas Kekejaman di Indonesia Tahun 1946-1947

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button