Home / Pena_VJB / Waooo, Ratusan Petugas Medis “Kepung” DPRD TTU!

Waooo, Ratusan Petugas Medis “Kepung” DPRD TTU!

Bagikan Halaman ini

Share Button

 Demo RSUD Kefa4

 

Moral-politik.com. Ratusan petugas medis di Kabupaten Timor Tengah Utara, tadi pagi,  Senin (29/7) “mengepung” gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah  setempat meminta pertanggunjawaban sikap arogansi anggota DPRD TTU dari Fraksi Kebangkitan Bangsa, Theodorus Tahoni sekaligus mengultimatum yang bersangkutan untuk menyampaikan permohonan maaf 1 x 24 jam.

Disaksikan media ini,  sekitar pukul 09.45 Wita ratusan petugas medis menggunakan kendaraan roda 2 dan roda empat dengan dikawal sejumlah petugas Polres TTU mendatangi gedung DPRD TTU, dengan membawa sejumlah spanduk yang mengecam tindakan arogansi  anggota DPRD TTU tersebut.

Aksi demonstrasi dipimpin langsung oleh Direktur RSUD Kefamenanu, dr  Dery Fernandes dan Kepala Tata Usaha RSUD Kefamenanu, Robert Ceunfin dan sejumlah dokter pada  rumah sakit tersebut.

Awalnya, saat para medis bersama sejumlah staf administrasi RSUD tiba di gedung rakyat TTU sempat dihalang oleh sejumlah aparat keamanan dari Polres Kefa selama beberapa menit, namun kemudian tim negosiator bernegosiasi dengan aparat kemanan, hingga akhirnya mengijinkan Direktur RSUD dan Kepala Tata Usaha serta beberapa dokter untuk melakukan negosiasi dengan ketua DPRD TTU, Robertus V. Nailiu.

Para delegasi awalnya sempat bersitegang dengan Ketua DPRD TTU. Pasalnya, para delegasi menghendaki agar seluruh demonstran diterima oleh DPRD TTU, namun permintaan tersebut ditolak pimpinan DPRD TTU, dengan alasan surat pemberitahuan dari Polres TTU sampai saat ini belum diterima DPRD, sesuai mekanisme dan aturan yang ada, sehingga pimpinan DPRD tidak berani untuk mengambil resiko.

Alasan tersebut membuat Kepala Tata Usaha Robert Ceunfin marah.

Demo RSUD Kefa2“Masak, kita ke sini pakai aturan segala,  sementara anggota DPRD datang di rumah sakit tidak menghormati aturan yang ada di RSUD !”

Penyampain Robert, membuat ketua DPRD TTU Robert V.Nailiu makin lantang.

Baca Juga :  Kapolres Kupang Amankan Pilkada Kupang 5 September 2013

“Pokoknya kalau ada surat kami terima semua, tapi karena surat tidak ada, maka saya minta Pak dokter hanya boleh 10 orang utusan yang bertemu dengan DPRD di ruang komisi C. Masak sebagai anggota PNS tidak tahu aturan tersebut !” tegasnya.

Akhirnya, delegasi yang dimpipin oleh dr. Dery menyetujui permintaan Ketua DPRD TTU tersebut.

Pantauan Moral-politik.com, dialog dilaksanakan di ruang komisi C dipimpin langsung Ketua DPRD TTU, Robert V. Nailiu, didampingi Wakil Ketua I, Frengky Saunoh dan juga Ketua Fraksi Kebangkoitan Bangsa, Yanto Tantri Sanak.

Pertemuan berjalan dengan aman dan tertib, para medis menyampaikan tuntutan sikap mereka terkait insiden antara anggota DPRD TTU, Theodurus Tahoni dengan dokter magang Fanji Saut Sahata Nadea, 26 tahun pada Jumat (27/7) dengan mengeluarkan kata-kata kasar dan nyaris melakukan penganiayaan terhadap dokter tersebut. (amy)

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button