Home / Pena_VJB / Warga Matasiok Merasa dibohongi Pemkab Rote Ndao

Warga Matasiok Merasa dibohongi Pemkab Rote Ndao

Bagikan Halaman ini

Share Button

5

foto: ilustrasi

 

Moral-politik.com. Warga di Desa Matasiok, Kecamatan Lobalain merasa dibohongi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao yang tidak menepati janjinya untuk menyalurkan dana pembersihan lahan ke warga di desa tersebut.

Informasi yang berhasil dihimpun wartawan menyebutkan, Pemkab Rote Ndao telah mengalokasikan sejumlah anggaran untuk pembersihan lahan pertanian warga di desa itu TA.2012 lalu. Namun hingga akhir TA.2012, anggaran tersebut tak dicairkan.

Terhadap persoalan itu, anggota DPRD Kabupaten Rote Ndao, Petrus K. Pelle yang ditemui wartawan di gedung DPRD Kabupaten Rote Ndao, Kamis (18/7) membenarkan hal itu.

Menurutnya, sesuai pengaduan yang diperoleh pihaknya dari warga di desa itu menyebutkan, Pemkab Rote Ndao telah mengalokasikan anggaran untuk kegiatan pembersihan lahan.

Saat dilaksanakan sosialisasi, anggaran yang disiapkan itu untuk pembayaran handtractor milik Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Rote Ndao yang dipakai untuk pembersihan lahan.

Setelah menunggu cukup lama, peralatan milik dinas pertanian tak kunjung mendatangi lokasi untuk pembersihan lahan. Agar tidak terlambat saat musim tanam di TA.2012 lalu, petani terpaksa menggunakan jasa pihak ketiga untuk pembersihan lahan.

Usai laksanakan pembersihan lahan, warga mendatangi dinas tersebut untuk mempertanyakan anggaran itu guna pembayaran sewa pakai peralatan pihak ketiga. Namun saat itu, pihak dinas beralasan bahwa dana tersebut dipergunakan untuk sewa pakai alat pada dinas tersebut. Selain itu diinformasikan bahwa, dana tersebut telah disetor kembali ke kas daerah.

Ditemui secara terpisah, warga di Desa Inaoe mempertanyakan kebijakan Pemerintah Kabupaten Rote Ndao melalui Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Rote Ndao, yang menarik kembali anggaran untuk pembersihan lahan di masing-masing desa.

Hal ini diungkapkan, salah satu ketua kelompok tani di Desa Inaoe, Imanuel Jesua saat ditemui wartawan di Dusun Tiga, Desa Inaoe, Kecamatan Rote Selatan.

Baca Juga :  Pasangan Rusia Ini Usai Nikah Bersepeda.

Besaran anggaran yang ditarik kembali dari desa itu oleh Pemkab Rote Ndao senilai Rp16 juta. Menurut dia, anggaran yang ditarik kembali tersebut peruntukannya bagi pembersihan lahan.

“Sesuai sosialisasi awal, dana untuk pertanian yang masuk sebesar Rp50 juta per desa kemudian dibagi lagi ke kelompok tani yang ada. Besaran anggaran untuk pembersihan dan pemagaran lahan yang diterima masing-masing kelompok Rp10 juta. Kami merasa heran karena masing-masing kelompok wajib setor kembali sebagian dana yang telah dialokasikan dengan besaran dana yang disetor kembali dari Desa Inaoe sekitar Rp16 juta lebih,” ungkapnya.

Menurut dia, sesuai informasi yang diperoleh pihaknya saat pelaksanaan sosialisasi atas penggunaan anggaran tersebut, dimana dana itu digunakan untuk pembersihan dan pemagaran lahan.

“Khusus untuk pembersihan lahan, sesuai kesepakatan menggunakan traktor. Kalau gunakan traktor milik pemerintah maka wajar dana itu dikembalikan, tetapi kami sewa traktor pihak ketiga. Kami bingung untuk membayar traktor yang kami sewa karena dana sudah ditarik kembali,” ujarnya.

Hingga saat ini, kata dia, pihaknya belum mendapatkan informasi resmi soal alasan Pemkab Rote Ndao menarik kembali dana tersebut.

“Kami juga tidak tahu alasan pemerintah tarik kembali dana itu. Kami merasa dipermainkan oleh pemerintah,” katanya. (lima)

 

 

Komentar Anda?

Tags :

Bagikan Halaman ini

Share Button